Featured

Dr. Harapan Lumban Gaol

Dr. Harapan Lumban Gaol

Seorang birokrat di Kementerian Sosial Republik Indonesia yang dalam setiap nafas kehidupannya selalu memohon petunjuk Tuhan, dan itupulalah slogan hidup yg selalu ia jalankan. Terlahir sebagai anak keempat dari keluarga sederhana di Kabupaten Dairi, sejarah hidup Harapan Lumban Gaol adalah jalan berliku yang menapaki kerasnya kehidupan dengan modal ulet. Tak banyak sahabat seangkatannya ketika sekolah dasar dapat mengikuti jejaknya yang kemudian tercetak tegas.

Sejak menapaki karier di Kementerian Sosial, ia telah beberapa kali menduduki jabatan Direktur sebelum posisi sekarang yakni menjadi Sekretaris Badan Pendidikan Penelitian Pelatihan dan Penyuluhan Sosial.

Memilih karier menjadi pegawai negeri sipil dan pertama kali ditugaskan di pedalaman Kalimantan Tengah tepatnya di Barito Selatan, tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang. Dengan rendah hati ia dapat bekerja mendampingi warga pedalaman Kalimantan sebagai calon pegawai negeri sipil di awal kariernya tersebut. Kemudian dengan kerja keras pula ia berhasil menyelesaikan pendidikan Doktornya dari FISIP Universitas Indonesia tahun 2000-2005 dengan beasiswa pemerintah. Selanjutnya ia terus maju melangkah hingga mampu melanjutkan pendidikan postdoc di beberapa universitas di Jerman yakni Heidelberg University, Rot Kruiz Universiteit dan Greifswald Universiteit dengan beasiswa pemerintah Jerman tahun 2006-2007. Dengan modal pendidikan itu ia banyak diundang utk menjadi pembicara di dalam dan di luar negeri tentang berbagai program pemerintah.

Selain pendidikan formal dia juga banyak mengikuti seminar dan pelatihan internasional serta berbagai penugasan di beberapa negara Eropa, Australia, Asia, Afrika, India, Amerika Latin. Pada ranah komunitas internasional dia pernah menjadi focal point untuk poverty alleviation mewakili pemerintah Indonesia pada lembaga Comcev Turki pd tahun 2013-2015.

Di dalam Negeri, Pak Gaol, begitu ia biasa dipanggil para koleganya adalah pengajar di beberapa universitas untuk program S1, S2 dan S3. Di FISIP UI ia adalah dosen tamu, co-promotor dan penguji ahli untuk program doktor. Ia juga aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta.

Dr. Harapan dan istri, Dra. Maria Rosanna Sitepu, MSi.

Harapan Lumban Gaol tak pernah lupa menyebut nama pendampingnya tercinta Dra. Maria Rosanna Sitepu, MSi., yang juga bekerja sebagai pegawai Pemprov DKI Jakarta ketika berbicara mengenai kehidupannya. Bersama ketiga buah hatinya Pratami Ajenia, Kevin Tongam Anggatama dan Grace Trikana, mereka selalu mensyukuri berkat yang Tuhan curahkan. “Saya dan istri sejak SD sekolah di negeri dan bekerja juga sebagai pegawai negeri. Maka anak anak juga kami dorong kuliah di perguruan tinggi negeri. Puji Tuhan mereka semua dapat kuliah di universitas negeri pilihan mereka”, begitu dia menggambarkan pendidikan anak anaknya.

“Kamu bisa menjadi apa saja yang kamu mau asal kamu berani bermimpi, berani melakukan dan berserah kepada Tuhan”, kalimat itu yang selalu dibisikkannya dalam memotivasi anak anak dan para mahasiswanya. Satu hal yang selalu ia bagikan kepada anak anak muda yang ditemuinya adalah budaya membaca. Menurutnya membaca haruslah menjadi kebiasaan jika ingin maju.

Ir. Janwar Lumban Gaol: Berkat Tak Selalu Materi Tetapi Kebahagiaan

Suaratapian.com-Manusia yang menemukan makna hidupnya adalah orang yang mampu untuk terus mempertahankan eksistensi dengan menggandalkan Tuhan. Maka makna hidup berarti menghidupi hal-hal yang diyakini sangat penting, dan berharga serta diyakini benar sehingga memberikan nilai khusus bagi diri, paling tidak hal itulah yang dianut Ir Janwar Lumban Gaol. Pria kelahiran Dolok Sanggul, 26 September 1957, yang lahir di Lumban Hariara, Desa Parsingguran II Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundatan, Provinsi Sumatera Utara, bahwa kehidupan harus dijalani seimbang, sukses harus seimbang; berhasil di keluarga dan berhasil di karier dan berbagi dengan sesama.  Janwar sendiri melalui pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Parsingguran, lulus tahun 1971. Lulus SMP Negeri Tigarunggu, tahun 1974. SLTA dari LPSK Bandung, lulus 1977.

Insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung, tahun 1987 ini awalnya bermimpi menjadi guru. Keinginan jadi guru sebenarnya dilatari atas kekaguman mengamati profesi seorang guru yang kebetulan kakak iparnya. Disebut lae dalam bahasa Batak. Dia perhatikan setiap berangkat sekolah kakak iparnya berbaju rapi. Oleh karena itu, niatnya ingin melanjutkan ke SPG ke Pematang Siantar. Namun, rencana itu gagal karena ada keluarga yang tinggal di Bandung, saat itu pulang ke kampung, dia disarankan agar menimba ilmu ke Bandung. Oleh karena abangnya, anak pertama, sudah terlebih dahulu merantau di Bandung, maka tanpa berpikir panjang dia pun sanggupi.

Janwar dan istri saat mendampingi putrinya Wisuda di UI

Anak keempat dari lima bersaudara ini pun kemudian merubah rencananya. Di Bandung dia melanjutkan sekolah lanjutan dengan target kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selulus SLTA di Bandung dia mengikuti test masuk ke sekolah tinggi teknik tertua di Indonesia yang telah seabad itu. Mengapa ke ITB? “Saya sebenarnya ingin kuliah di ITB mengingat banyak tokoh nasional ulusan dari ITB. Sebutlah Soekarno dan Habibie dan yang lain, saya ingin lulus dari ITB,” ujar anggota Gaja Toba ini (Gaja Toba adalah organisasi nirlaba yang merupakan perkumpulan alumni ITB asal dari kawasan Danau Toba).

Tetapi, itulah hidup, tak sengalanya mudah ditempuh. Kerap jalan berliku untuk sampai pada tujuan. Banyak hal yang mesti dilalui dengan jalan berkelok sebelum kemudian tiba di tujuan. Saat mendaftar pertama kali di ITB dirinya ternyata tak lulus seleksi masuk. Tetapi tak mau meratapi kenyataan itu Janwar kemudian teringat cita-citanya di masa kecil untuk jadi guru, maka jadilah dirinya mendaftar masuk ke IKIP Bandung. Puji Tuhan, dia diterima. Di sana bukan saja diterima tetapi juga mendapat beasiswa di sekolah yang sekarang telah berubah nama menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Karena hasrat ingin lulus ITB, itu tetap terdengung di hatinya. Tahun depannya dia kembali menguji kemampuan dan  mendaftar kembali ke ITB.

Syukur dirinya lulus. Diterima di ITB. Saat itu dia mengambil fakultas MIPA, yang sebelumnya mendaftar ke jurusan teknik. Oleh karena sudah setahun berkuliah di IKIP, hal itu diterusnya. Memang di masa itu masih boleh seorang mahasiswa kuliah di dua lembaga dan memilih jurusan yang berbeda. Jadilah dirinya kuliah di dua perguruan tinggi; IKIP dan ITB. Hanya saja, setelah dua tahun di IKIP, tak kuat lagi menanggung biaya. Sekolah yang mendidik calon guru itupun ditinggalkannya dan fokus berkuliah di ITB.

“Sebenarnya hanya persoalan dana. Abang yang menyekolahkan saya, sementara orangtua tak bisa membantu biaya sekolah, sebab hanya petani miskin. Meningat Abang sudah pun keluarga dan banyak tanggungan, maka di pikiran saya bagaimana saya berupaya untuk jangan membuat Abang jangan terlalu banyak beban, minimal saya membantu meringankan biaya saja,” kisahnya. Untuk menyingkapi kekurangan biaya, maka di pikiran Janwar timbul ide menjual kaos di kampus ke mahasiswa. Namun yang terbanyak keuntungannya dia juga membuat logo, gambar-gambar untuk kaos. Hasil gambarnya diserahkan ke pengusaha lokal untuk dibuatkan kaos. Tentu, dari idenya itu dia mendapat keuntungan lumayan, sepuluh persen.

Selain itu, dia juga mengajar, menggelar lest privat untuk anak-anak SMA, sembari mengajar di SMA Pasundan 3 Bandung. Pikiran lain dia juga aktif mencari peluang dana untuk memudahkan biaya kuliah. Muncul ide mencari peluang beasiswa. Maka timbullah pikiran menemui pembantu rektor ITB yang saat itu dijabat Dr Sahat Lumbantoruan. Kepada Lumbantoruan dia berkilah, soal mohon dibantu jalur beasiswa, yang syarat menerima beasiswa mesti mahasiswa unggulan. Oleh karena syaratnya memenuhi, jadilah dirinya penerima Beasiswa P&K tersebut.

Bersama keluarga saat wisuda anak kedua di Universitas Telkom, Bandung

Di ITB dia menggeluti  Teknik Geofisika. Mempelajari ilmu bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika dan matematika. Geofisika merupakan bidang ilmu kebumian yang mempelajari bumi dengan kaidah-kaidah fisika. Tentu seorang geologis yang bekerja mesti memahami proses terjadinya bumi, terbentuknya batuan dan mineral, terjadinya bencana alam, dan keselamatan lingkungan. Alih-alih Geofisika adalah bidang ilmu yang mengkombinasikan metodologi ilmu fisika dan konsep ilmu geologi untuk memahami struktur di bawah permukaan bumi. Dan, umumnya lulusan Teknik Geofisika dapat bekerja di berbagai bidang yaitu; bidang pemerintahan seperti pada Dinas Pertambangan, Migas, dll.

Kuliah di Bandung tetapi menyelesaikan studi di Jakarta. “Waktu itu saya menyelesaikan pendidikan terakhir justru di Jakarta, kuliah kerja nyata di PT Total Indonesia,” kenang lulusan ITB  1987 ini. PT Total Indonesia sendiri adalah perusahaan minyak Perancis yang bermarkas di Paris, dan salah satu empat perusahaan minyak teratas di dunia. Dari perusahan Francis itulah Janwar mendapat biaya untuk menyelesaikan tugas akhir hingga dana wisudanya ditanggung perusahaan.

Berkarier di BUMN

Begitu lulus dari ITB, pengalaman sudah ada di perusahaan multinasional, maka dengan mudah juga diterima kerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tepatnya di PT Elnusa Geosains Jakarta. Di perusahaan anak Pertamina itu dia bekerja selama dua belas tahun, mulai tahun 1988 hingga tahun 2000. Di Elnusa dia berkarier di bidang Survei Seismik. Perusahaan berkantor di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Setahun bekerja di perusahaan BUMN itu, dia pun memberanikan menikah, tepatnya, pada 21 Desember 1991.

Di Elnusa, Janwar bekerja di bidang Survei Seismik yang tugasnya di lapangan untuk mencari cadangan migas di bawah permukaan bumi, cara kerjanya dengan menggunakan gelombang seismik. Hasil rekaman atau penelitian yang diperoleh dari survei ini disebut dengan seismogram yang kemudian diproses menjadi penampang seismik, data itu kemudian diolah jadi dasar penambangan.

Survei seismik sendiri merupakan metode pemilihan parameter akuisisi data, tentu dengan mempertimbangkan target yang akan dicapai. Sementara alatnya disebut seismometer, alat untuk mengukur gerakan tanah, termasuk gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan sumber gempa lainnya bisa direkam. Rekaman gelombang seismik memungkinkan seismolog untuk memetakan bagian dalam bumi.

Lalu, bagaimana mengintegrasikan dan mengolah data topografi survei seismik? Sudah tentu kemampuan yang dimiliki seorang yang bekerja jadi Survei Seismik harus juga lihai bidang fisika dan matematika. Lagi-lagi dari temuan mereka di lapangan itulah bisa diketahui di kedalaman berapa tanah mengandung minyak. Data temuan itulah nantinya yang dilaporkan untuk bisa kemudian dilakukan penggalian. “Sebelum dilakukan pengeboran besar data ini harus dipetakan seluruhnya,” ujarnya mantan project manager PT Elnusa Geosains Jakarta.

Selama sepuluh tahun di Elnusa, dia mendapat penghargaan atas dedikasi dan prestasinya, hanya kemudian krisis moneter tahun 1998 membuat perusahaannya terdampak. Hal itu membuatnya banting stir, lalu mencari lahan baru mencoba peruntungan jadi wirausaha. Dari Elnusa Janwar pensiun dini. Selain karena juga melihat peluang untuk naik jabatan sulit di Elnusa sulit. Tahun 2001 Janwar resmi mendirikan CV Tomon Raya Jakarta sebagai direktur, usaha di bidang pekerjaan umum. Bidang ini dipilihnya selain karena istrinya yang juga alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara, yang bertepatan salah satu direktur di PT Sumber Batu Group, milik Tarnama Sinambela.

Ternyata usahanya berjalan baik. Ada berbagai proyek ditanganinya. Kemandirian dari berusaha ini membuatnya banyak waktu mengembangkan usaha lain. Sebagai pengusaha, dia merasakan berbeda sekali sebagai karyawan dengan wirausaha. Tak seperti ketika karyawan di Elnusa, di bidang usaha dia bebas mengembangkan diri. Setelah usaha pertamanya berkembang, Janwar kemudian ikut mendirikan  dua perusahaan PT Tona Mulia Jaya dan CV Selindos. Di dua perusahaan ini dia hanya sebagai komisaris.

Ketika ekonomi keluarga sudah stabil, baik, dia ingin juga berkontribusi bagi kemaslahatan, dimulai mengabdi bagi kemajuan kampung halaman. Seperti perumpamaan satu yang di sasar, dua yang kena. Bukan saja membantu kampung halaman dia pun tepilih menjadi anggota dewan. “Tujuan awalnya sebenarnya ingin mendirikan Peternakan Babi di kampungnya.” Oleh karena dia berlatar belakang pekerja sebagai survei, mengelola data penting, maka dalam rangka mengumpulkan data dia menggunjungi beberapa tempat peternakan untuk dipelajari.

Rencana awal mendirikan usaha, dan bertepatan berdekatan momen waktu itu pemilihan umum. Kesempatan itu pun dimanfaatkannya. “Waktu itu lagi pemilihan legislatif. Atas dorongan keluarga dan teman-teman saya gunakan kesempatan itu juga jadi calon anggota dewan di Kabupaten Humbang Hasundutan,” ujarnya anak dari Henok Lumban Gaol dan Emelia boru Banjarnahor ini. Pertama yang dilakukannya mencari partai, maka ketemulah Partai Kedaulatan (PK) yang malah mempercayainya sebagai ketua partai PK Kabupaten Humbang Hasundutan.

Usahanya pun membuahkan hasil terpilih sebagai anggota DPRD. Janwar terpilih bersama dengan duapuluh lima anggota yang lain menjadi Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan. Janwar sendiri terpilih mewakili daerah pemilihan satu yang meliputi lima kecamatan; Baktiraja, Dolok Sanggul, Onan Ganjang, Pollung dan Sijamapolang. Namun sebagai politisi baru dirinya cepat beradaptasi dan belajar untuk menggembangkan diri sendiri. Tentu, sebagai politisi waktu itu dia banyak membeli buku-buku yang berkaitan dengan tugas-tugas sebagai anggota dewan. “Waktu itu saya rajin beli dan baca buku. Buku itu pun tak hanya untuk saya, banyak saya bagi-bagi ke anggota dewan di Kabupaten Humbang Hasundutan,” kenang anggota DPRD Kabupaten Humbung Hasundutan 2009-2014. Niatnya membagi-bagi buku agar mereka sebagai wakil rakyat bisa tahu persis tupoksi masing-masing.

Hidup jadi berkat

Bagi anggota jemaat HKBP Kramat Jati ini, bahwa hidup harus seimbang, tepatnya menjadi berkat. Bukan hanya untuk dirinya, bukan juga hanya untuk keluarganya. Dia merasa keluarga memang harus jadi pondasi, tetapi di luar keluarga juga harus diberi peran. Ikut membantu. “Kita harus melangkah, mengambil tindakan nyata untuk menjadi berkat bagi orang lain. Hidup tak hanya untuk kita nikmati sendiri,” ujarnya. Karena itu, baginya memaknai keseimbangan itu membagi perhatian, waktu dan dana di organisasi sosial.

Bersama istri: Ir Heddy boru Sitohang, salah satu direktur di PT Sumber Batu Group

Tentu, tak semuanya bisa dilakukan, sudah tentu sesuai takaran, semampu yang bisa dilakukan, termasuk di komunitas marga, di komunitas gereja dia memberi diri melayani. Di marganya di Lumban Gaol misalnya, Janwar sudah berkali-kali dipercaya jadi sekretris umum pengurus pusat, dan tidak tertarik untuk jadi ketua umum. Baginya hanya ingin bekerja di balik layar, berkontribusi tak harus di depan. “Saya hanya mau berperan bukan untuk di depan. Saya hanya ingin pendorong saja di organisasi,” jelasnya lagi. Alih-alih, memberi kontribusi nyata, bukan untuk menonjol di depan umum. Demikian juga di gereja, Janwar sadar tiap-tiap orang punya kapasitas dan talenta untuk dipanggil dan diperlengkapi Tuhan dalam melayaniNya.

“Kita harus melangkah, mengambil tindakan nyata dalam berbuat, yang penting kita tahu takaran diri kita, tahu diri mengukur diri,” ujarnya. Namun perkejaan sosial itu harus jalan untuk membantu dan memberikan pelayanan sosial di berbagai ruang yang bisa dilakukan. Di HKBP Kramat Jati sendiri Janwar juga telah memberi tanggung jawab, pernah satu periode menerima tugas sebagai ketua Dewan Diakonia. Di masanya sebagai ketua dewan diakonia; selain mengumpulkan sejumlah dana juga memberi anak-anak jemaat yang tak mampu secara finansial tetapi berprestasi diberi beasiswa. Selain itu, atas perannya dan teman-temannya di Dewan Diakonia HKBP Kramat Jati membangun Klinik Gereja (Klinik tempat mengobati penyakit-penyakit ringan, sedangkan penyakit lebih parah dirujuk ke rumah sakit). Di Klinik Gereja berobat gratis dan obat pun disediakan disana. Ada dokter dan perawat disana setiap hari Minggu.

Hal itu bisa dia lakukan oleh karena ada dukungan dan topangan keluarga. Rasa syukur suami Ir Heddy boru Sitohang, keluarga selalu memanjatkan doa dan memberikan perhatian, dorongan semangat, dan juga ketiga anaknya yang jadi sumber penyemangat, selalu mendukung apapun yang dikerjakannya untuk kemaslahantan. Ini berkat Tuhan. Di keluarga pun dia berhasil, di bidang pelayanan sosial juga berkontribusi.

Saat ini ketiga anaknya sudah mentas, mandiri. Anak pertama, Henry Sapto Wardy Lumban Gaol S.E saat ini bekerja di Bank DKI. Anak kedua Harry Natanael Mountane Lumban Gaol S.T saat ini berkerja di PT Dirgantara Indonesia. Anak ketiga, Amy Grace Yulita boru Lumban Gaol S.Ked, sekarang tahun kedua KOAS di RS Cipto Mangunkusumo, RS Persahabatan, RS Harapan Kita. Pendidikan ketiga anaknya pun bagus. Hendry sendiri lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Harry lulus dari Sekolah Tinggi Telkom Bandung. Putrinya Amy, lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

“Ada suka duka aktif di pekerjaan sosial kerap disalahtafsirkan, apa yang kita dilakukan sering dinilai salah. Kadang kita melakukan yang baik disalahartikan, tentu itu sudah menjadi hal biasa dalam setiap melakukan yang baik,” dirasakan Sekretaris Umum Badan Pengurus Harian Punguan Pomparan ni Raja Lumban Gaol dohot Boruna Sejabodetabek ini. Selain itu dia juga Wakil Ketua Umum yang membidangi organisasi ini di Pengurus Toga Marbun Indonesia (PTMI).

Selain itu, Janwar tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat Forum Peduli Demokrasi Humbang Hasundutan (FPDHH), forum yang dibentuk mengawal proses demokrasi di Humbang Hasundutan. Dia juga mengakui, belum membuat yang terbaik, namun semampu yang bisa dilakukan, Tuhanlah yang menilai. Hal itulah yang diimani apabila kita sudah berjuang memberi semampu yang bisa kita lalukan, maka Tuhan setia dan berjanji memelihara anak-anakNya. Baginya, berbuat di gereja, marga dan tempat lainnya, sudah tentu atas kesadaran ada berkat Tuhan disediakan untuk dirinya dan keluarga. Keluarga baik. Anak-anak baik. Itulah kebahagiaan. “Tak selalu materi, keluarga baik, anak-anak baik, diberi kesehatan sudah tentu itu berkat, kebahagiaan. Dan jika kita ikhlas menjalankan hal yang bisa dilakukan bagi kebaikan sesama, itulah jugalah kebahagiaan,” ujarnya mengakhiri. (Hojot Marluga)

St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak., MM Meninggal Dunia

Pungunan Lumban Gaol Jabodetabek kelihangan salah satu putra terbaiknya yaitu St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak., MM yang menghembuskan nafas terakhir kemarin Jumat 3 April 2020 di RSUD Serang Banten setelah dirawat intensif selama 3 minggu akibat serangan Virus Corona Covid-19.

Kematian setiap orang sudah ditakdirkan. Dia yang telah pergi dipanggil Tuhan tak akan kembali. Kesedihan dan tangisan keluarga yang ditinggalkan pun tak akan membuatnya kembali. Barangkali ungkapan-ungkapan itu sepertinya tak empatik. Bukan demikian. Tentulah mengikhlaskan orang yang kita kasihi, seseorang yang sangat disayangi keluarga, seseorang yang banyak berbuat di keluarga besarnya, ketika dia meninggal amat sulit mengiringi kepergiannya. Siapa tak masygul, berduka mendengar kepergiaan anggota keluarganya di keadaan seperti sekarang ini. Pun demikianlah saat saya (Jumat sore, 3 April 2020 dan langsung dikebumikan) mendapat kabar duka, uda St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak, MM dimuliakan Tuhan hari ini.              

Tulisan ini saya goreskan bukan ingin membuat keluarga menangis lagi, tetapi benar-benar hendak mengingat kebajikannya. Karena itu, hanya itu yang bisa saya buat mengenang segala jasanya, ulur tanganya selama masa hidup. Bagi saya, almarhum adalah penyemangat. Motivator dan teladan hidup. Hidupnya teladan. Keluarganya pun teladan. Bagi saya pribadi dia adalah satu orang yang membuat saya semangat menulis. Betapa tidak, dia tak jarang memata-matai saya menulis tentang apa. Sering memantau saya menulis. Termasuk di media sosial. Jikalau ada yang salah saya tulis, dia selalu memberi koreksi. Termasuk saat dia baru dirawat di rumah sakit, masih sempat mengomentari tulisan saya di Facebook. Namun tak pernah mematahkan semangat, justru selalu memotivasi untuk lebih teliti dan lebih mendalam lagi menarasikan tulisan dari satu gagasan.

Almarhum lahir dan besar di Kota Tarutung, Tapanuli Utara, pada 8 April 1965. Namun tak pernah lupa akan Bona Pasogitnya Sosor Tambok, Dolok Sanggul. Anak pertama dari tujuh bersaudara ini, begitu lulus dari Universitas Sumatera Utara, jurusan akuntansi, Fakultas Ekonomi tahun 1990 dia merantau ke Jakarta untuk menata karier. Puji Tuhan jalan hidupnya baik. Tuhan memberinya jalan kemudahan. Kariernya bagus. Sempat bekerja di Kalimantan Timur mengurusi perusahaan pembesar. Disana dia melanjutkan gelar Magister Keuangan di Universitas Mulawarman, lulus tahun 2004. Dan di Kalimatan dia dekat dengan almarhum Mayjen Hotma Marbun. Kedekatan keduanya selain faktor marga juga hubungan bisnis.

Dia sempat memimpin perusahaan besar milik seorang pengusaha yang pernah menjadi menteri di masa Orde Baru. Sempat menjadi pengusaha, bertenak ayam dan kolam lele di bilangan Serpong, Tangerang. Sebelum kemudian pernah menjabat Presiden Direktur PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. Lalu, pengalamannya berkerja puluhan tahun di akuntan publik membawanya mendirikan kantor akuntan publik. Reputasinya bekerja di akuntan publik tak terkira lagi. Pernah berkerja di Delloite dan Brigade Bangun sebelum bergabung dengan Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali. Kantor akuntannya juga berapiliasi dengan kantor akuntan internasional (www.bkr.com) yang membuatnya sering berkunjung ke luar negeri. Terakhir berkunjung ke negeri Jiran pertengahan Maret lalu.

Di masa hidupnya, selalu memberi yang terbaik bagi keluarga. Dirinya selalu antusias, melayani dan memberi pelayanan. Kepemimpinannya sangat terlihat, sebagai anak pertama, pemimpin di kantornya, ketua di komunitas-komunitasnya. Saya saksikan sendiri bagaimana hebat dirinya memimpin semua adik-adiknya, saling membantu. Hormat mereka tak kepalang jika mendengar bimbingan dan tuntunannya. Tak ada bantahan di sana. Dia menjadi pioner di keluarga, sebagai sarjana pertama di keluarga, merintis karier di bidang akutansi pertama dan tak lupa melapangkan jalan penghidupan bagi adik adik dan saudaranya yang lain di bidang ini. Dia pemimpin, tetapi bukan berarti dirinya otoriter. Ada waktunya keras demikian gayanya memimpin. Tetapi tak selalu baik keras. Penghormatan keluarga kepadanya karena kebaikan dan integritasnya. Apa yang dikatakan itulah yang dilakukannya. Di komunitas, punguan keluarganya dia selalu peduli dan empatis, selalu memberi, berbagai dan mengusahakan kerukunan di keluarga besar.

Bisa disebut kami keluarga merasakan hidupnya memberi makna. Arti kata Talupan sendiri untuk memberi makna, Talupan dalam bahasa Batak diambil dari akar kata “talup” yang bersinonim dengan kata “tama,” yang diartikan baik hati, memantaskan. Hidup memantaskan orang lain. Barangkali nama itu disematkan kedua orangtua yang juga telah lama berpulang, kepadanya waktu baru lahir agar hidupnya kelak “martalup roha,” berbaik hati untuk semua orang, sehingga setiap orang yang pernah berjumpa dengannya merasakannya. Arti nama itu melekat dalam dirinya semasa hidup. Dan memang demikianlah pengalaman saya mengenang sifatnya. Selalu mengutamakan kepentingan oranglain terlebih dahulu.

Kehidupannya dipersembahkan maksimal semasa hidup. Meninggal menjelang umur 55 tahun. Tepatnya di usia 54 tahun 11 Bulan 25 hari. Semasih hidup aktif melayani di HKBP Serpong sebagai sintua, penatua. Selain itu, Ketua Badan Audit HKBP Serpong dan Ketua Punguan Koor Ama Jetun. Meninggalkan istri Lellyane boru Siregar dan dua anak; Raoul Samuel Maringan Lumban Gaol dan Jecinia Yolanda Keyle boru Lumban Gaol. Raoul saat ini mahasiswa di Universitas Indonesia, sedangkan Kyle dibangku SMA di bilang Serpong.

Semasa hidupnya, almarhum juga sangat mencintai HKBP. Satu waktu dia bersama rekan-rekannya dari HKBP Serpong menggelar seminar nasional dengan menggelorakan tema “Muba Manang Mago 2020” di Hotel Borobudur, Jakarta, sekitar delapan tahun lalu, yang meresume seminar itu untuk mentransformasi HKBP. Dan itu membawanya bersama tim memberi pemikiran dan gagasan untuk transformasi HKBP ke depan. Pengorbanannya tak kepalang. Tak sedikit dana yang dia keluarkan termasuk ketika menyediakan akomodasi para pendeta-pendeta di Sinode Godang tempo lalu.

Selain itu, ke gereja dia juga memberi perhatiaannya pada lingkungan dan masyarakat di mana di tinggal. Di pernah tercatat ketua RT dan juga ketua parsahutan. Termasuk perhatiaanya di adat Batak. Dirinya aktif di punguan marga, termasuk di pihak “moranya” marga Siregar asal Tapanuli Selatan. Pun di punguan marganya Lumban Gaol. Di tingkat punguan Ompu dia ketua Paranjak Ulubalang. Selain itu dipercaya juga jadi Ketua I Lumban Gaol Se-Jabodetabek periode (2020-2024). Sebelumnya sukses sebagai ketua panitia menggelar Bona Taon Lumban Gaol Se-Jabodetabek, yang digelar awal Januari lalu. Begitu diminta sebagai ketua panitia, dia mengajak panitia yang terpilih untuk memikul tanggung-jawab dengan benar-benar. “Tugas ini tak bisa saya dikerjakan seorang diri. Saya berharap seluruh panitia yang telah ditetapkan bisa bersinergi kita saling kerja sama. Kita melayani bersama,” ujarnya ketika itu. Saya sendiri dimintanya jadi ketua 3 yang membidangi Humas, publikasi dan media.

Masih bening di ingatan saya ketika menyampaikan sambutannya, dia mengatakan, sangat merindukan punguan Pomparan Lumban Gaol di masa yang akan datang makin jaya dan solid. “Sebagaimana motto punguan Lumban Gaol Sejabodetabek. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Motto itu sendiri diambil dari Kitab Mazmur 133. Tentu itu berbicara tentang kerukunan, kerukunan satu keturunan,” ajaknya. Di akhir sambutannya tak lupa mengajak, khususnya kaum muda Lumban Gaol agar selalu adaptif terhadap setiap perubahan. Apalagi era ini sangat kompetitif, dan eranya membangun kerjasama menjadi sangat penting. “Kerjasama adalah kekuatan. Kenyataan, kerukunan membawa pada kerjasama, kerjasama jadi sumber kekuatan. Jika dalam organisasi tak ada kerukunan akan tersaingi dan tertinggal,” jelasnya.

Demikian juga hatinya di punguan Ompu Paranjak Ulubang, juga banyak hal yang dia buat semasa hidup. Namun ada satu program yang digagasnya di punguan Paranjak Ulubalang di Jakarta yang belum terwujud. Waktu itu, dia merencanakan napak tilas ke Bona Pasogit khusus bagi naposo yang lahir di Jakarta untuk pulang ke kampung halaman. Semacam napak tilas. Saya tanya apa motivasinya? Jawabannya agar naposo Paranjak Ulubalang nantinya makin memahami sejarah nenek-moyang, setelah menapak tilas, dan makin memahami di mana asal usulnya. Karenanya kepada saya, almarhum mendorong agar saya menulis sejarah singkat Paranjak Ulubalang. Tentang itu saya sudah penuhi dan tuliskan. Hasilnya telah dibagikan pada seluruh keturunan Paranjak Ulubang di Jakarta. Sejarah singkat itu disisipkan di buku acara Bona Taon Paranjak Ulubalang Se-Jabodetabek tahun lalu.

Dia meninggal oleh karena Covid 19 dan dikebumikan di TPU Jombang. Dekat Ulujami, Bintaro. Menyebut itu bagi saya bukan aib. Sebab serangan Covid 19 ini memang mengetirkan seluruh duni, musibah dunia. Tentu sampai sekarang dunia dikejutkan dengan kemunculan virus ini. Beritanya telah memerihkan. Tentu hanya kepasrahanlah yang patut kita sampaikan kepadaNya. Namun yang pasti setiap keadaan ini untuk mengingatkan kita bahwa pengetahuan kita terbatas. Logika kita tak mampu. Rasio kita tak hebat menghadapi setiap keadaan yang ada ini. Yang terutama meminta pertolonganNya. Kita yang hidup justru diingatkan untuk menangisi diri kita sendiri. Wabah yang saat ini masih meneror dunia justru mengingatkan kita semua, bahwa hidup sebentar saja. Rapuh dan di tubir ancaman. Maka tak ada yang dicongkakkan. Namun yang pasti kita bisa belajar dari keadaan yang buruk ini. Akhirnya, kelahiran seseorang adalah kehendakNya, demikian juga kematian juga kehendakNya. Selamat jalan amanguda. Sebab kami juga nanti menyusulmu, karena semua kita akan menghadapNya hanya saja giliran setiap kita berbeda waktunya dipanggil. (Hojot Marluga)

yang menghembuskan nafas terakhir kemarin Jumat 3 April 2020 di RSUD Serang Banten setelah dirawat intensif selama 3 minggu akibat serangan Virus Corona Covid-19.

Almarhum meninggal menjelang umur 55 tahun. Tepatnya di usia 54 tahun 11 Bulan 25 hari. Semasih hidup aktif melayani di HKBP Serpong sebagai sintua, penatua. Selain itu, Ketua Badan Audit HKBP Serpong dan Ketua Punguan Koor Ama Jetun. Tugas yang pernah diembannya adalah Ketua Panitia Bona Taon 2020 Punguan Pomparan nI Raja Lumban Gaol Sejabodetabek. Selai itu, ia adalah Ketua 1 Punguan Pomparan Ni Raja Lumban Gaol Sejabodetabek 2020-2024, Ketua Lumban Gaol sektor BSD, Ketua Parsahutaon BSA. Dalam lingkungan pemerintahan, beliau adalah Ketua RT. Meninggalkan istri Lellyane boru Siregar dan dua anak; Raoul Samuel Maringan Lumban Gaol dan Jecinia Yolanda Keyle boru Lumban Gaol. Raoul saat ini mahasiswa di Universitas Indonesia, sedangkan Kyle dibangku SMA di bilang Serpong.

Karirnya cemerlang di beberapa perusahaan besar dan menduduki jabatan penting. Karir terakhir adalah mendirikan akuntan publik sendiri yang berafiliasi dengan kantor akuntan international BKR (www.bkr.com)

Punguan Pomparan ni Raja Lumban Gaol Sejabdetabek merasa sangat kehilangan sosok yang energik ini. Semangatnya dalam membangun Lumban Gaol sangat terlihat. Tak ada keluhan dan gerutuan setiap berbicara tentang Lumban Gaol. Selain pengurus, ia juga rajin dan aktif dalam setiap perhelatan adat yang ada di punguan ini.

Sonang ma modom namartuai. Karya dan Kenanganmu akan selalu kami ingat./admin

Obituari: St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak, MM.

 “Muba Manang Mago 2020” 

Kematian setiap orang sudah ditakdirkan. Dia yang telah pergi dipanggil Tuhan tak akan kembali. Kesedihan dan tangisan keluarga yang ditinggalkan pun tak akan membuatnya kembali. Barangkali ungkapan-ungkapan itu sepertinya tak empatik. Bukan demikian. Tentulah mengikhlaskan orang yang kita kasihi, seseorang yang sangat disayangi keluarga, seseorang yang banyak berbuat di keluarga besarnya, ketika dia meninggal amat sulit mengiringi kepergiannya. Siapa tak masygul, berduka mendengar kepergiaan anggota keluarganya di keadaan seperti sekarang ini. Pun demikianlah saat saya (Jumat sore, 3 April 2020 dan langsung dikebumikan) mendapat kabar duka, uda St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak, MM dimuliakan Tuhan hari ini.              

Tulisan ini saya goreskan bukan ingin membuat keluarga menangis lagi, tetapi benar-benar hendak mengingat kebajikannya. Karena itu, hanya itu yang bisa saya buat mengenang segala jasanya, ulur tanganya selama masa hidup. Bagi saya, almarhum adalah penyemangat. Motivator dan teladan hidup. Hidupnya teladan. Keluarganya pun teladan. Bagi saya pribadi dia adalah satu orang yang membuat saya semangat menulis. Betapa tidak, dia tak jarang memata-matai saya menulis tentang apa. Sering memantau saya menulis. Termasuk di media sosial. Jikalau ada yang salah saya tulis, dia selalu memberi koreksi. Termasuk saat dia baru dirawat di rumah sakit, masih sempat mengomentari tulisan saya di Facebook. Namun tak pernah mematahkan semangat, justru selalu memotivasi untuk lebih teliti dan lebih mendalam lagi menarasikan tulisan dari satu gagasan.

Almarhum lahir dan besar di Kota Tarutung, Tapanuli Utara, pada 8 April 1965. Namun tak pernah lupa akan Bona Pasogitnya Sosor Tambok, Dolok Sanggul. Anak pertama dari tujuh bersaudara ini, begitu lulus dari Universitas Sumatera Utara, jurusan akuntansi, Fakultas Ekonomi tahun 1990 dia merantau ke Jakarta untuk menata karier. Puji Tuhan jalan hidupnya baik. Tuhan memberinya jalan kemudahan. Kariernya bagus. Sempat bekerja di Kalimantan Timur mengurusi perusahaan pembesar. Disana dia melanjutkan gelar Magister Keuangan di Universitas Mulawarman, lulus tahun 2004. Dan di Kalimatan dia dekat dengan almarhum Mayjen Hotma Marbun. Kedekatan keduanya selain faktor marga juga hubungan bisnis.

Dia sempat memimpin perusahaan besar milik seorang pengusaha yang pernah menjadi menteri di masa Orde Baru. Sempat menjadi pengusaha, bertenak ayam dan kolam lele di bilangan Serpong, Tangerang. Sebelum kemudian pernah menjabat Presiden Direktur PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. Lalu, pengalamannya berkerja puluhan tahun di akuntan publik membawanya mendirikan kantor akuntan publik. Reputasinya bekerja di akuntan publik tak terkira lagi. Pernah berkerja di Delloite dan Brigade Bangun sebelum bergabung dengan Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali. Kantor akuntannya juga berapiliasi dengan kantor akuntan internasional (www.bkr.com) yang membuatnya sering berkunjung ke luar negeri. Terakhir berkunjung ke negeri Jiran pertengahan Maret lalu.

Di masa hidupnya, selalu memberi yang terbaik bagi keluarga. Dirinya selalu antusias, melayani dan memberi pelayanan. Kepemimpinannya sangat terlihat, sebagai anak pertama, pemimpin di kantornya, ketua di komunitas-komunitasnya. Saya saksikan sendiri bagaimana hebat dirinya memimpin semua adik-adiknya, saling membantu. Hormat mereka tak kepalang jika mendengar bimbingan dan tuntunannya. Tak ada bantahan di sana. Dia menjadi pioner di keluarga, sebagai sarjana pertama di keluarga, merintis karier di bidang akutansi pertama dan tak lupa melapangkan jalan penghidupan bagi adik adik dan saudaranya yang lain di bidang ini. Dia pemimpin, tetapi bukan berarti dirinya otoriter. Ada waktunya keras demikian gayanya memimpin. Tetapi tak selalu baik keras. Penghormatan keluarga kepadanya karena kebaikan dan integritasnya. Apa yang dikatakan itulah yang dilakukannya. Di komunitas, punguan keluarganya dia selalu peduli dan empatis, selalu memberi, berbagai dan mengusahakan kerukunan di keluarga besar.

Bisa disebut kami keluarga merasakan hidupnya memberi makna. Arti kata Talupan sendiri untuk memberi makna, Talupan dalam bahasa Batak diambil dari akar kata “talup” yang bersinonim dengan kata “tama,” yang diartikan baik hati, memantaskan. Hidup memantaskan orang lain. Barangkali nama itu disematkan kedua orangtua yang juga telah lama berpulang, kepadanya waktu baru lahir agar hidupnya kelak “martalup roha,” berbaik hati untuk semua orang, sehingga setiap orang yang pernah berjumpa dengannya merasakannya. Arti nama itu melekat dalam dirinya semasa hidup. Dan memang demikianlah pengalaman saya mengenang sifatnya. Selalu mengutamakan kepentingan oranglain terlebih dahulu.

Kehidupannya dipersembahkan maksimal semasa hidup. Meninggal menjelang umur 55 tahun. Tepatnya di usia 54 tahun 11 Bulan 25 hari. Semasih hidup aktif melayani di HKBP Serpong sebagai sintua, penatua. Selain itu, Ketua Badan Audit HKBP Serpong dan Ketua Punguan Koor Ama Jetun. Meninggalkan istri Lellyane boru Siregar dan dua anak; Raoul Samuel Maringan Lumban Gaol dan Jecinia Yolanda Keyle boru Lumban Gaol. Raoul saat ini mahasiswa di Universitas Indonesia, sedangkan Kyle dibangku SMA di bilang Serpong.

Semasa hidupnya, almarhum juga sangat mencintai HKBP. Satu waktu dia bersama rekan-rekannya dari HKBP Serpong menggelar seminar nasional dengan menggelorakan tema “Muba Manang Mago 2020” di Hotel Borobudur, Jakarta, sekitar delapan tahun lalu, yang meresume seminar itu untuk mentransformasi HKBP. Dan itu membawanya bersama tim memberi pemikiran dan gagasan untuk transformasi HKBP ke depan. Pengorbanannya tak kepalang. Tak sedikit dana yang dia keluarkan termasuk ketika menyediakan akomodasi para pendeta-pendeta di Sinode Godang tempo lalu.

Selain itu, ke gereja dia juga memberi perhatiaannya pada lingkungan dan masyarakat di mana di tinggal. Di pernah tercatat ketua RT dan juga ketua parsahutan. Termasuk perhatiaanya di adat Batak. Dirinya aktif di punguan marga, termasuk di pihak “moranya” marga Siregar asal Tapanuli Selatan. Pun di punguan marganya Lumban Gaol. Di tingkat punguan Ompu dia ketua Paranjak Ulubalang. Selain itu dipercaya juga jadi Ketua I Lumban Gaol Se-Jabodetabek periode (2020-2024). Sebelumnya sukses sebagai ketua panitia menggelar Bona Taon Lumban Gaol Se-Jabodetabek, yang digelar awal Januari lalu. Begitu diminta sebagai ketua panitia, dia mengajak panitia yang terpilih untuk memikul tanggung-jawab dengan benar-benar. “Tugas ini tak bisa saya dikerjakan seorang diri. Saya berharap seluruh panitia yang telah ditetapkan bisa bersinergi kita saling kerja sama. Kita melayani bersama,” ujarnya ketika itu. Saya sendiri dimintanya jadi ketua 3 yang membidangi Humas, publikasi dan media.

Masih bening di ingatan saya ketika menyampaikan sambutannya, dia mengatakan, sangat merindukan punguan Pomparan Lumban Gaol di masa yang akan datang makin jaya dan solid. “Sebagaimana motto punguan Lumban Gaol Sejabodetabek. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Motto itu sendiri diambil dari Kitab Mazmur 133. Tentu itu berbicara tentang kerukunan, kerukunan satu keturunan,” ajaknya. Di akhir sambutannya tak lupa mengajak, khususnya kaum muda Lumban Gaol agar selalu adaptif terhadap setiap perubahan. Apalagi era ini sangat kompetitif, dan eranya membangun kerjasama menjadi sangat penting. “Kerjasama adalah kekuatan. Kenyataan, kerukunan membawa pada kerjasama, kerjasama jadi sumber kekuatan. Jika dalam organisasi tak ada kerukunan akan tersaingi dan tertinggal,” jelasnya.

Demikian juga hatinya di punguan Ompu Paranjak Ulubang, juga banyak hal yang dia buat semasa hidup. Namun ada satu program yang digagasnya di punguan Paranjak Ulubalang di Jakarta yang belum terwujud. Waktu itu, dia merencanakan napak tilas ke Bona Pasogit khusus bagi naposo yang lahir di Jakarta untuk pulang ke kampung halaman. Semacam napak tilas. Saya tanya apa motivasinya? Jawabannya agar naposo Paranjak Ulubalang nantinya makin memahami sejarah nenek-moyang, setelah menapak tilas, dan makin memahami di mana asal usulnya. Karenanya kepada saya, almarhum mendorong agar saya menulis sejarah singkat Paranjak Ulubalang. Tentang itu saya sudah penuhi dan tuliskan. Hasilnya telah dibagikan pada seluruh keturunan Paranjak Ulubang di Jakarta. Sejarah singkat itu disisipkan di buku acara Bona Taon Paranjak Ulubalang Se-Jabodetabek tahun lalu.

Dia meninggal oleh karena Covid 19 dan dikebumikan di TPU Jombang. Dekat Ulujami, Bintaro. Menyebut itu bagi saya bukan aib. Sebab serangan Covid 19 ini memang mengetirkan seluruh duni, musibah dunia. Tentu sampai sekarang dunia dikejutkan dengan kemunculan virus ini. Beritanya telah memerihkan. Tentu hanya kepasrahanlah yang patut kita sampaikan kepadaNya. Namun yang pasti setiap keadaan ini untuk mengingatkan kita bahwa pengetahuan kita terbatas. Logika kita tak mampu. Rasio kita tak hebat menghadapi setiap keadaan yang ada ini. Yang terutama meminta pertolonganNya. Kita yang hidup justru diingatkan untuk menangisi diri kita sendiri. Wabah yang saat ini masih meneror dunia justru mengingatkan kita semua, bahwa hidup sebentar saja. Rapuh dan di tubir ancaman. Maka tak ada yang dicongkakkan. Namun yang pasti kita bisa belajar dari keadaan yang buruk ini. Akhirnya, kelahiran seseorang adalah kehendakNya, demikian juga kematian juga kehendakNya. Selamat jalan amanguda. Sebab kami juga nanti menyusulmu, karena semua kita akan menghadapNya hanya saja giliran setiap kita berbeda waktunya dipanggil. (Hojot Marluga)

Rapat Perdana BPH 2020-2024

Jakarta, Minggu 8 Maret 2024 diadakan rapat perdana Badan Pengurus Harian Punguan Pomparan Lumban Gaol dohot Boruna Sejabodetabek. Rapat ini bertujuan untuk menyatukan program per bidang yg akan dilaksanakan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Program kerja BPH kedepan harus segera direalisasikan khusus nya di bidang organisasi. BHP yang hadir adalah sebagai berikut:

  1. Sabar Lumban Gaol, Ketua Umum
  2. Janwar Lumban Gaol, Sekretaris Umum
  3. Talupan Lumban Gaol, Ketua 1
  4. Bitler Lumban Gaol l, Kepala Bidang Hukum
  5. Henry Lumban Gaol, Kepala Bidang Administrasi
  6. Hendry Lumban Gaol, Kepala Bidang Pemuda
  7. Luhut Lumban Gaol, Kepala Bidang Pendidikan
  8. Pargaulan Lumban Gaol, Kepala Bidang Seni
  9. Bastian Lumban Gaol, Kepala Bidang Keanggotaan
  10. Hotman Jonathan Lumban Gaol, Kepala Bidang Media
  11. Abner Lumban Gaol, Kepala Bidang Sosial
  12. Sahat Lumban Gaol, Sekretaris Dua
  13. Rallen Lumban Gaol, Kepala Bidang Paradaton
  14. Ojak Lumban Gaol, Kepala Bidang Dana

Sekilas Mengenai Lagu Raja Lumban Gaol

Lagu Raja Lumban Gaol ini tercipta adalah berkat Tuhan. Tuhanlah yang memampukan saya membuat lagu tersebut. Disamping itu, merupakan inspirasi dan usulan dari beberapa tokoh Lumban Gaol yang ada di Jakarta. Karena para tokoh tersebut merasa memang belum ada lagu yang pas dan khusus tentang Raja Lumban Gaol, maka saya pun terpanggil. Keinginan itu juga di dukung oleh dorongan para tokoh Lumban Gaol dan Panitia Bona Taon 2020. Sehingga saya pun merasa berhutang jika tidak saya laksanakan dengan mendayagunakan talenta yang diberikan Tuhan pada saya.

Atas dasar itu, maka kami semua Artis Lumban Gaol yang menamakan diri  LUGA SINGER sepakat mendukung dan ambil bagian mensukseskan pesta Bonataon 2020, sekaligus membesarkan nama Raja Lumban Gaol. Artis Lumban Gaol yang ada di Jakarta cukup kompak dan solid meskipun belum semua hadir. Artis Lumban Gaol sebagian besar mereka terbilang artis Batak papan atas di kalangan Pop Batak beken, di mana mereka bekerja dan berkarya di beberapa tempat hiburan malam di Jakarta.

Arti Luga Singer sendiri adalah Luga singkatan dari marga Lumban Gaol, sedangkan Singer adalah Penyanyi maka Luga Singer dapat diartikan Lumban Gaol Penyanyi dohot parmusik. Pembuatan lagu Raja Lumban Gaol ini vokal maupun musik dikerjakan sebanyak 19 Orang artis yang tergabung dalam Luga Singer tersebut. Rekaman dan Video Clip nya telah rampung siap tayang di gelar laounching pada hari Minggu, 19 Januari 2020.

Jadi cerita dan tujuan serta harapan dalam lagu Raja Lumban Gaol adalah menyatukan Pomparan Raja Lumban Gaol agar tetap seia sekata dan sehati dan sepikir agar selalu bersama , selalu bergandeng tangan tanpa ada perbedaan, saling bahu membahu, baik di perantauan maupun di Bonapasogit. Saling menghargai sesama, hormat menghormati dan mengingat padan Tona dohot Poda. Intinya,  agar tetap satu seluruh marga Raja Lumban Gaol  di seluruh dunia, agar kuat dan tidak mudah goyah dengan segala terpaan apapun.

Di samping itu juga Lagu Raja Lumban Gaol ini, sebagai pengikat juga diharapkan dapat di nyanyikan bersamasama dalam setiap acara pesta unjuk pernikahan dan event lainnya. Dengan adanya Lagu Raja Lumban Gaol ini generasi penerus pun akan lebih  mudah mengerti pentingnya persaudaraan.

Ketua Raja Lumban Gaol Jakarta Bapak St. Sabar Lumban Gaol, SH,MH manolopi pembentukan organisasi artis Lumban Gaol yaitu pada 15 Januari 2020 dan Djaendar J Lumban Gaol ditunjuk sebagai pembina.

Akhirnya, saya mengucapkan terima-kasih kepada Tuhan, terimakasih kepada Panitia Bona Taon, juga seluruh pomparan Raja Lumban Gaol seluruh dunia yang mendukung khususnya Lumban Gaol yang ada di Jakarta. Semoga kita semua termasuk artis pendukung semakin sukses di hari mendatang.

PROFIL

Nama : Drs. Djaendar J Lumban Gaol, MSi.
Tempat Tgl Lahir  :  Parik Sinomba Dolok Sanggul, 21 Desember 1955 Pekerjaan  : Pensiunan Pemda DKI Jakarta Tahun 2011.

 Karir Dunia Seni

  • Sebagai pencipta lagu dimulai sejak tahun 1979. Lagu pertama RAP HITA NADUA oleh Trio The Star Tahun1981.
  • Saat ini ratusan lagu Pop Batak dan Pop Rohani yang sudah direkam dalam pita kaset atau VCD.
  • Produser diantaranya album Pasima Trio, Gabema Trio Vol 1 sd 3 Amura Trio Arghana Trio (Pembina) La’Hobas Trio(Pembina)

LAGU HITS

  • Tiamsa 1* Gabema Trio
  • Tiamsa 4* Amura dan Gabema Trio
  • Tiamsa 6* Gabema Trio
  • Holan Nipi* Arghana Trio
  • Tahuak Manuk* Arghana Trio
  • Tona dohot Poda* Arghana Trio
  • Bunga Tanda Mata* Gabema Trio
  • Golang Tanda Mata* Arghana Trio
  • Pudun Pate* La’Hobas Trio
  • I’II Remember/My Love* (i) Amura Trio
  • Menara Kembar* Erick Sihotang 

KARYA

  • Lagu sebagai percontohan Accustic Vocal  Group DKI Jakarta *Kuharap Kau Kembali* 2004
  • Penghargaan dari Lomba Cipta Lagu OBAMA (Operasi Bhakti ABRI Manunggal Aksara) Depdikbud TK Nasional Tahun 1997
  • Penghargaan Lomba Cipta Puisi IMPPI  Universitas Sumatera Utara (IMPPI-USU)  Medan Tk Nasional Tahun 1997/1998.
  • Penghargaan Lomba Cipta Lagu Gereja Katholik Tk Nasional Tahun 2003
  • Puluhan lagu bernotasi empat suara atau berbentuk koor
  • Diantaranya 26 lagu oleh Koor Ama Siontara dan 4 buah lagu Koor Ama Immanuel dan lainnya.
  • Ratusan Puisi dan beberapa Cerpen di muat di berbagai Majalah Rohani dan Harian Surat Kabar Ibukota.

Sukses Natal dan Bona Taon Punguan Pomparan Ni Raja Lumban Gaol dohot Boruna Se-Jabodetabek

Suaratapian.com JAKARTA-Punguan Pomparan Ni Raja Lumban Gaol dohot Boruna kembali menghelat acara Natal dan Bona Taon Se-Jabodetabek. Hadir ribuan keturunan marga Lumban Gaol dari seluruh penjuru Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Perhelatan budaya yang digelar sekali dalam dua tahun ini dihelat, pada Minggu, 19 Januari 2020 di Gedung Mulia, Jalan Kebun Nanas No.70, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Ketua Penasihat St. Parsaoran Lumban Gaol, S.Pd memberi panji punguan (pataka) kepada Ketua Umum St. Sabar Lumban Gaol, S.H

Acara dimulai ibadah Natal. Acara bertema: Bertolong-tolonglah Menanggung Bebanmu (Gal 6:2a), dengan subtema: Perayaan Bona Taon Keluarga Besar Pomparan Ni Raja Lumban Gaol, sebagai sarana pemersatu dan wujud nyata kesehatian, sepikiran dan saling mengasihi Pomparan Raja Lumban Gaol Boru Bere untuk membangun generasi Lumban Gaol yang mandiri, sejahtera, persaudaraan yang rukun dan beriman.

Acara dimulai dengan seremoni Panomu-nomuon dari perwakilan seluruh keturunan ompu-ompu di punguan Lumban Gaol. Acara dilanjutkan dengan kebaktian, dalam kebaktian ada liturgi dari berbagai ketua-ketua ompu-ompu dan juga tampil persembahan pujian (koor) dari Punguan Lumban Gaol Boru Bere Kecamatan Rawa Lumbu dengan judul Pasupasu Nagodang Ima Roha Na Sonang.

Khotbah dilayani pendeta dari marga Lumban Gaol sendiri, yang sebelumnya belum pernah dalam perayaan Bona Taon Lumban Gaol untuk berkhotbah. Khotbah dilayankan Pdt Venpri Lumban Gaol STh, Pendeta GKPI Jemaat Khusus Maranatha Cengkareng dalam khotbahnya, dia mengajak seluruh keturuan Lumban Gaol di mana pun berada agar saling bertolong-tolong. “Kita harus hidup bertolong-tolonglah dalam kehidupan ini. Kita tak boleh hidup egois, mesti saling membantu dalam menanggung beban saudara-saudara kita,” ujar pendeta ayah empat anak ini.

Dia juga mengajak melalui perayaan Perayaan Bona Taon Keluarga Besar Pomparan Ni Raja Lumban Gaol, sebagai jalan untuk saling membantu. Karena itu, kalau ada talenta yang Tuhan beri kepada kita jangan disimpan. “Jika ada talenta yang kita miliki, jangan disimpan, tetapi kembali persembahkan pada Tuhan untuk membantu sesama,” ujar mantan pendeta resort GKPI Tanjung Haloban ini.

Sementara itu, Ketua Panitia, St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak, MM mengajak seluruh yang hadir mengucapkan terimakasih kepada Tuhan. “Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia yang telah bekerja keras membantu hingga dapat terlaksana acara ini,” kata mantan Presiden Direktur PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk ini.

Dalam sambutan, dia juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para Donatur maupun yang memberikan Sumbangan Sukarela, terutama Tumpak Lumban Gaol (Ompu Simon) dari PT Lumban Jaya dan pemilik Villa Efata yang menyumbangkan dua hadiah sepeda motor.

Di akhir sambutannya, Talupan mengatakan, sangat merindukan punguan Pomparan Lumban Gaol di masa yang akan datang makin jaya dan solid. “Sebagaimana motto punguan Lumban Gaol Sejabodetabek. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Motto itu sendiri diambil dari Kitab Mazmur 133. Tentu itu berbicara tentang kerukunan, kerukunan satu keturunan,” ujar sintua di HKBP Serpong ini.

Diakhir sambutannya, Talupan tak lupa mengajak, bahwa era ini sudah sangat kompetitif, dan zaman sekarang ini kerjasama menjadi sangat penting di seantero dunia. “Kerjasama adalah kekuatan. Kenyataan, kerukunan membawa pada kerjasama, kerjasama jadi sumber kekuatan. Jika dalam organisasi tak ada kerukunan akan tersaingi dan tertinggal.”

Setelah kebaktian, sebelum perhelatan manortor, digelar pelantikan Badan Pengurus Harian Lumban Gaol Sejabodetabek periode 2020-2024. Terpilih 27 orang pengurus BPH dan kembali dipimpin kembali St. Sabar Lumban Gaol SH. Dalam sambutannya, Ketua Umum, St Sabar Lumban Gaol SH yang terpilih kembali untuk periode kedua menyampaikan selama satu periode, empat tahun, dirinya memimpin telah melayani 384 kegiatan, dari kegiatan suka maupun duka, rapat dan acara lainnya.

Pelayanan yang diberikan BPH kepada 14 ompu di Lumban Gaol, terbanyak dilakukan pada keturunan Pomparan Ama Rajairumana 144 kegiatan diantaranya acara suka cita 79 kegiatan dan acara duka cita 65 kegiatan. Hampir 45 persen pelayanan yang diberikan kepada pomparan Ama Rajairumana yang jumlahnya. “Tentu hal itu wajar mengingat keturunan dari ompu ini ada 846 kk dari 1935 kk jumlah Lumban Gaol Se-Jabodetabek,” ujar pengacara ini.

Dalam perhelatan ini tampil memukau 17 artis-artis keturunan Lumban Gaol yang tergabung di Luga Singer, diketuai Pargaulan Lumban Gaol. Di tengah acara dikumandangkan lagu “Raja Lumban Gaol” Cipt. Drs. Djaendar J Lumban Gaol, M.Si. Product: Gabema Paris Nomba Record & Siontara. Lagu ini terinspirasi oleh St. Sabar Lumban Gaol, SH. St. Parsaoran Lumban Gaol, SPd, St. Talupan Lumban Gaol, SE, Ak, MM, dan St. Mardimpos Lumban Gaol.
Tampak pelantikan 27 pengurus BPH periode 2020-2024

Lagu karangan dari Drs. Djaendar J Lumban Gaol, MSi. Pria kelahiran Parik Sinomba Dolok Sanggul, 21 Desember 1955. Musikalitas dari pensiunan Pemda DKI Jakarta ini mendalam di Dunia Seni. Dirinya sebagai pencipta lagu dimulai sejak tahun 1979. Lagu pertama “rap hita nadua” yang diviralkan Trio The Star Tahun1981. Saat ini telah ratusan lagu Pop Batak dan Pop Rohani yang sudah di rekam dalam pita kaset atau VCD. Produser diantaranya album Pasima Trio, Gabema Trio Vol 1 sd 3, Amura Trio, Arghana Trio dan La’Hobas Trio yang sekaligus menjadi pembina.

Panitia telah mempersembahkan pelayanan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk seluruh keturunan Lumban Gaol, dan pantia sangat tertolong oleh peran Naposo Lumban Gaol Se-Jabodetabek. Acara yang ditunggu pengumuman Grand Prize dua sepeda motor. Beruntungnya tetap didapat oleh boru Lumban Gaol dan berenya sebagaimana di dua tahun lalu. (Hojot Marluga)

Baginda Diberangkatkan Punguan Lumban Gaol Sejabodetabek Mencalonkan Diri Jadi Bupati Humbahas

Suaratapian.com JAKARTA-Punguan Pomparan Raja Lumban Gaol resmi mendukung Baginda  Polin Lumban Gaol SH MH untuk bakal calon Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas). Dukungan resmi tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Lumban Gaol Sejabodetabek, St. Sabar Lumban Gaol SH di hadapan ribuan keturunan Lumban Gaol saat memberi sambutan di Natal dan Bona Taon Lumban Gaol Sejabodetabek.

Dan, doa dan pemberangkatan Baginda bakal calon (balon) Bupati Humbahas dipimpin langsung St Parsaoran Lumban Gaol SPd. “Kami memberangkatkan amang Baginda Lumban Gaol SH MH untuk bertarung menjadi calon dari Lumban Gaol jadi pelayan di Humbang Hasundutan,” ujar Ketua Penasihat Lumban Gaol Se-Jabodetabek, St. Parsaoran Lumban Gaol SPd (Op Jonathan Doli) sesaat doa memberangkatkan Baginda dari Punguan Lumban Gaol Sejabodetabek, di Gedung Mulia Raja, Minggu, (19/1/20).

Perlu juga diketahui bahwa sebaran lima marga, jumlah penduduk terbanyak berdasarkan marga di Humbahas adalah marga; Simamora, Purba, Lumban Gaol, Sihombing dan Simanullang. Artinya, penduduk terbanyak ketiga di Humbahas berdasarkan marga adalah Lumban Gaol. Maka di beberapa kesempatan baik di Humbahas maupun di Jakarta sudah memberi dukungan bagi Baginda Polin Lumban Gaol SH MH.

Baginda sendiri meniti karier dari Jaksa, terakhir menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di Provinsi Kalimatan Barat. Sebelum menjadi Kajati Kalbar, Baginda Kajati Provinsi Bengkulu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumut (Wakajatisu) di Medan, Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kajari Palembang di Sumatera Selatan, Kajari Tarutung Taput, tugas di Kejari Tebingtinggi serta lama bertugas di Kejagung dan di beberapa daerah lainnya.

Atas komitmennya untuk mencalonkan diri, Baginda meminta pensiun dari karier yang ditatanya lebih dari 35 tahun. “Sebenarnya saya sendiri dua tahun lagi bisa berkarier di Kejaksaan, tetapi oleh karena niat untuk mengabdi bagi masyarakat Humbahas, saya meminta pensiun sejak tanggal 1 Januari 2020,” ujarnya. Terkait permasalahan di Humbahas, Baginda sendiri tahu mana-mana daerah yang sangat tertinggal di Humbahas.

“Saat saya menjadi kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, yang saat itu daerah Humbahas masih dalam wilayah tugas kejaksaan Tapanuli Utara, saya sering-sering masuk ke pedalaman. Sejak itu saya mengetahui apa-apa masalah untuk diselesaikan di Humbahas,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dengan mengundang seluruh keturunan Ompu Silahisabungan untuk menyampaikan permohonan dukungan bagi seluruh keturunan Lumban Gaol.

Tentu, diharapkan, dengan pengalaman Baginda puluhan tahun sebagai aparat penegak hukum bisa menjadi bekal dalam memimpin dan membangun Humbahas. Sebenarnya, diawal-awal Humbahas saat itu sebagai kabupaten baru, Baginda sudah maju mencalonkan diri. Hanya saja, saat itu, yang terpilih adalah Maddin Sihombing. Namun setelah alih kepemimpinan Maddin dengan bupati petahana sekarang dirasa tak ada pembangunan di Humbahas yang bisa dibanggakan. Atas hal itu, membuat Baginda ingin kembali dalam kesempatan yang ada untuk mengabdi penuh di Humbahas. Dukungan untuk dirinya maju di beberapa kesempatan diserukan padanya, sebab Baginda dinilai sudah saatnya maju dan mengabdi untuk membangun Humbahas dengan segudang pengalamannya.

“Saya ingin mengabdi di Humbahas bukan mencari uang atau jabatan,” ujarnya di satu kesempatan wawancara. Sebagai bukti dukungan berbagai pihak, utamanya Lumban Gaol telah berkali-kali telah mengadakan pertemuan, termasuk Natal Sahabat Baginda di akhir Desember lalu di lapangan Merdeka Humbahas didukung banyak orang dan dihadiri ribuan orang termasuk kelompok marga Sihombing.

Bahkan, sebelumnya sudah bebebera kali mengelar sosialisasi soal rencana mau mencalonkan diri jadi bupati.  November 2019 lalu misalnya, bersama timnya mengelar acara yang dihadiri marga Lumban Gaol dari 10 Kecamatan di Kabupaten Humbahas. Mereka menyatakan dukungan kepada Baginda untuk ikut maju sebagai calon pimpinan di Humbahas pada Pilkada tahun ini.

Pasangan Rajin

Baginda bergerak cepat dan sudah menetapkan wakilnya. Dari bakal calon yang disebut-sebut akan maju dalam Pilkada di Humbahas baru Baginda yang mendeklarasikan diri dengan calon Rajin Tajom Sihombing. Tim ingin bergerak cepat. Tentu, bukan hanya tim Baginda sudah bergerak, termasuk tim Rajin Tajom Sihombing. Rajin sendiri berani maju mencalonkan diri oleh karena didukung marga Sihombing. Desember tahun lalu, Rajin telah menggelar pertemuan dengan masyarakat di Kecamatan Lintong Nihuta dan Paranginan untuk menyampaikan keinginan menjadi Wakil Bupati Humbahas Periode 2020-2025 yang berpasangan dengan Baginda Polin Lumban Gaol sebagai Bupati. Acara digelar di Lapangan Kantor Camat Lintong Nihuta, Sabtu (14/12/19) yang dihadiri Baginda dan ribuan masyarakat dari Kecamatan Lintong Nihuta dan Paranginan.

Dalam sambutannya, Rajin mengungkapkan, bahwa dirinya sangat merindukan pemerintahan di masa kepemimpinan Bupati Maddin Sihombing. Di mana pembangunan dan kemajuan Kabupaten Humbahas di masa itu sangat dirasakan langsung masyarakat. Sementara Baginda, dalam sambutannya, menyebut, dirinya serius dan bersungguh-sungguh maju dan ingin memimpin Kabupaten Humbahas untuk membangun Kabupaten Humbahas.

“Saya tertarik berpasangan dengan Rajin oleh dikarenakan dirinya memiliki sosial yang tinggi dan dekat dengan masyarakat.” Diharapakan masyarakat Lintong Nihuta dan Paranginan bersatu mendoakan dan mendukung pasangan Baginda Polin Lumban Gaol dan Rajin Tajom Sihombing menjadi Pemimpin di Kabupaten Humbahas. Keduanya merupakan putra terbaik dari Humbahas yang amat layak memimpin Humbahas. (HM)



Selamat Marbona Taon!

Puncak persiapan Panitia Bona Taon 2020 adalah besok 20 Januari 2020 di Gedung Pertemuan Mulia. Harapannya seluruh anggota punguan Lumban Gaol dohot Boruna Sejabodetabek bisa menghadiri acara tersebut.

Undangan paperless sudah disebarkan melalui media sosial FB, WA Grup, Tweeter dan lain-lain. Sebagai konfirmasi acara bawah kegiatan ini akan dimulai dengan ibadah berbentuk ibadah perayaan natal yang dipadu dengan ibadah minggu dan dilanjutkan acara bona taon. Panitia telah berjibaku mempersaipkan acara ini mulai dari perlengkapan, materi acara, dana hingga keikutsertaan anggota.

Acara ini akan dihibur dan dimeriahkan oleh artis-artis marga Lumban Gaol Jabodetabek dan tentu saja para pemain musik nya juga adalah internal marga lumban Gaol. Ada tiga jenis assembel musik yang akan dibawakan yaitu assembel musik pengiring ibadah yang di komandoi St. Riwanto Lumban Gaol dengan komposisi tiga organ/elekton ( 2 anak, pinompar ni lumban gaol), assembel kedua adalah gondang bolon dan ketiga adalah musik uning-uningan yang dikomandoi oleh Pargaulan Lumban Gaol.

Pada kesempatan ini direncanakan juga pelantikan pengurus baru periode 2020 -2024.

Harapannya acara ini berjalan dengan baik dan meriah sehingga menjadi berkat bagi seluruh pomparan ni Raja Lumban Gaol dohot Boruna Sejabodetabek.