Filosofi Salomo

February 2, 2016 · Print This Article

salomoUntuk segala sesuatu ada permulaannya, demikian dalam kitab Pengkhotbah yang ditulis Salomo menyebut, ”Untuk segala sesuatu ada waktu yang ditetapkan, juga waktu untuk setiap kejadian di bawah langit.” Ada waktu untuk lahir dan waktu untuk mati. Ada waktu untuk membangun….Jelas, segala sesuatu yang ada itu ada permulaannya. Di seluruh jagat raya ini ada permulaannya, berarti segala sesuatu yang ada pastilah ada yang memulainya.

Bahkan, semua yang dapat kita lihat dan pegang semua ada permulaannya. Hanya Allah yang tak bermula dan tak berakhir. Sebab Dialah yang mencipta segala sesuatu, tentu saja lebih mulia, lebih agung, dari segalanya. Dialah Yang Awal dan Akhir disebut Alfa dan Omega, sebelum segala sesuatu ada, dan keawalan Dia tak ada permulaannya.

Sementara permulaan itulah dianggap sejarah. Sejarah sebagaimana di berbagai literature disebutkan sebagai bekal untuk berjalan di masa yang akan datang. Bahwa pada sejarah yang terjadi di masa lalu dipercaya menjadi bekal untuk mengukuhkan keberanian berjalan ke depan, ke masa yang akan datang.

Artinya, tak ada yang abadi di jagat ini. Bahwa yang kelihatan sekarang ini secara fisik berlahan juga kelak akan lenyap. Keabadian hanya ada pada yang tak terlihat secara mata fisik. Semua yang pernah berjaya satu waktu akan tak berdaya. Semua yang pernah menjabat, satu waktu pasti tak berkuasa. Yang pernah naik, akan juga turun. Jadi untuk apa aku punya hikmat, kata Salomo.