Pantun Hangoluan Teus Hamagoan

February 2, 2016 · Print This Article

batakBukan tois hamagoan, tetapi teus hamagoan. Artinya, sikap santun membawa kehidupan, sementara kesombongan membawa malapetaka. Kira-kira itulah pengertian ungkapan Batak pantun hangoluan, teus hamangoan. Jalan emas untuk hidup, memiliki kesantuan dalam kehidupan. Sementara, ketidaksopanan membawa kehancuran. Pesan moral dari ucapan di atas adalah agar kita santun dalam bersikap.

Konon ungkapan pantun hangoluan teus hamagoan selalu diperkatakan orangtua saat memberangkatkan anaknya merantau. Pesannya, kunci hidup santun pada semua orang. Agar bisa hidup dan diterima di mana pun. Jangan anggap remeh, tata krama yang berlaku dalam satu wilayah. Selalu peduli sebagai sikap hati. Tahu diri. Menghormati setiap orang, sebab jika tidak saja menghancurkan persahabatan, mempersulit diri sendiri.

Kalimat filsafat dari nenek moyang, omputa sijolo-jolo tubu mesti terus diingatkan pada generasi muda. Pesannya jelas, sopan santun jalan kehidupan dan kecongkakan jalan membawa celaka. Pantun ini mempunyai arti lebih luas tak sekedar ucapan sopan. Kita tahun bahwa kata yang sopan perangkat hati. Sikap hati seseorang terlihat dari kata-katanya. Di dalam menjalani hidup ini, sopan atau kesopanan tidak saja hanya norma semata. Ia bisa diterapkan pada tingkah laku dalam pergaulan di semua level. Tata cara berbicara misalnya, harus selalu terjaga agar tetap dalam kepatutan dan kewajaran.

Maksudnya, seseorang akan menggunakan sikap dan tindak-tanduk kehidupannya tak menunjukkan kearoganan. Sopan santun untuk modal hidup. Sementara kesombongan akan membawa musibah. Alih-alih inti dari falsafah tersebut, seseorang harus tahu menempatkan diri. Punya etika. Punya sopan santun, jika ingin survival di kehidupan. Filsafat ini masih aktual di era globalisasi ini. Banyak hal terjadi, karena kurang santun, banyak orang terjerumus, menghancurkan diri sendiri.

Maka, dalam kehidupan modern ini, perilaku manusia tampaknya sekarang cenderung kehilangan etika dan sopan santun. Dalam kehidupan sehari-hari, padahal, etika itu sangat penting untuk diterapkan untuk menciptakan nilai moral yang baik. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita semua hidup berdasarkan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Intinya, etika perlu dimiliki. Etika sopan santun penuntun agar tahu cara hidup berdampingan dengan orang banyak. Kalau tak mempunyai etika, bagaimana bisa hidup damai berdampingan? Disinilah fasafah Batak itu penting dipahami dan digumuli.

Penulis, Hotman J Lumban Gaol (Hojot Marluga) keturunan Ompu Paranjak Ulubalang-Sundut XV dari Lumban Gaol. Bahan ini diambil dari bukunya berjudul: “Mereaktualisasi Ungkapan Filosfis Batak Jilid I”