Mustava Joel Lumban Gaol, S.P

Juli 18, 2018

Salah satu calon legislator di Kabupaten Dumai, Riau adalah Mustava Joel Marbun, S.P,. Pria kelahiran Serdang Bedagai 18 Juli 1988 ini akan bertarung di pemilu 2019 nanti melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDI.

Lahir  di desa Pematang Buluh anak kelima dari lima bersaudara, putra dari Jansen Marbun (kampung pon 19 januari 1959) dan Elperia br Siringoringo (Huta gurgur 18 Agustus 1954) yang beralamat KM 17, Kampung Juhar, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai. Tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan bersahaja. Menjalani masa pendidikan dari sekolah dasar SD Neg. 104318 Kayu Besar, SLTP Neg.2 Bandar Khalipah, SMU Katolik Cinta Kasih Tebing Tinggi dan melanjutkan perguruan tinggi Negeri UNVERSTAS SRWIJAYA PALEMBANG di FAKULTAS PERTANIAN dengan kelulusan sangat baik. Riwayat pekerjaan adalah sebagai asisten perkebunan di salah satu perkebunan swasta.

Melihat perkembangan dan kemajuan di Indonesia ini saat ini, saya sangat tertantang memasuki dunia perpolitikan di mana masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintah dengan dukungan para legislator. Motivasi menjadi seorang legislator adalah ingin memaksimalkan peran serta kaum muda dalam kemajuan bangsa Indonesia, serta berusaha berpartisipasi dalam mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera dan berkualitas melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Pendidikan adalah salah satu jalan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkualitas – Mustava Joel

Mengerucut, target saya adalah mengoptimalkan pendidikan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yaitu guru (pendidik). Dalam pandangan saya, guru sekarang kebanyakan memberikan pendidikan hanya pada nilai seorang anak bukan pada karakter anak.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat secara merata dan bermutu dengan mewujudkan suatu pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar, serta didukung oleh alokasi dana dari pemerintah.

Views: 59

Ir. Humuntar Lumban Gaol

Mei 13, 2018

Ir. Humuntar Lumban Gaol, pengusaha nasional sekaligus penggagas Dewan Beras Nasional, dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan petani dan aktif dalam upaya peningkatan produksi beras serta pendapatan petani. Menurut mantan Irjen Pembangunan Bidang Pembangunan Desa ini 35 tahun pengalaman berkarir sebagai pegawai pemerintah telah memberikannya bekal yang cukup untuk mengetahui bagaimana mengatasi masa krisis pangan di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Lumban Gaol terus berpartisipasi memberi masukan kepada pemerintah terkait upaya penegakan pangan nasional. Dan upaya tersebut bukan tidak mungkin dilakukan bahkan dicapai pemerintah Indonesia. Setidaknya pria berdarah Tapanuli ini berasumsi dan memberi contoh pada 1980an, saat itu ia menjabat Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi, dan Kependudukan, Indonesia sempat mengalami surplus beras sehingga swasembada pangan bisa dilaksanakan. Prestasi ini, menurut Gaol lebih lanjut, disebabkan upaya pemerintah yang benar-benar menaruh perhatian dan konsentrasi pada kemajuan produksi masyarakat tani.

Berawal dari rasa keprihatinannya terhadap kondisi petani dan produksi beras nasional saat ini, mantan pejabat pemerintah Orde Baru ini berinisiatif membentuk lembaga Dewan Beras Nasional yang mengikutsertakan berbagai elemen masyarakat mulai dari politisi, pejabat pemerintah, para pakar berbagai disiplin, dan yang paling penting para petani. Lumban Gaol berharap anggota Dewan ini dapat menemukan jalan keluar permasalahan produksi pangan yang terjadi di Indonesia. Beberapa nama pakar dan politisi yang turut memprakarsai berdirinya Dewan ini termasuk tokoh Partai Amanat Nasional sekaligus pengamat politik, Didik J. Rachbini, dan pengusaha sekaligus politisi, Siswono Yudo Husodo.

Biodata
Nama : Ir. Humuntar Lumban Gaol
Lahir Tapanuli, 08 Januari 1938
Agama : Kristen Protestan
Alamat: Jalan Taman Duta II UF 23, Pondok Indah Jakarta Selatan
Nama Orang Tua: Lodewik Lumban Gaol
Status: Berkeluarga dengan enam anak
Nama Istri : Mari Siregar
Lahir 9 Mei 1943
Nama Anak: (1) Eva Natalie Lumban Gaol, DBA
(lahir 19 Desember 1967)
(2) Febrian Lumban Gaol, SE. (lahir 24 Pebruari 1969) (3) Daniel Lumban Gaol, SE (lahir 11 Pebruari 1970) (4) Henry Lumba Gaol SE (lahir 26 mei 1971) (5) Ir Roberto Lumban Gaol SE (lahir 24 November 1974) (6) Ir Rosari Magdalena Lumban Gaol, S.H (lahir 13 Maret 1979)
Pekerjaan : Pensiunan Pegawai Negeri, NIP. 060031410
Pangkat: Pembina Utama Muda/IV E

Pendidikan
A. Sekolah SD
Tahun 1951 Tahun 1954 Tamat SMP
Tahun 1957 Tamat SMA
Tahun 1964 Tamat Sarjana Pertanian, dari UGM

B. Lain-lain
Seminar on Agricultural Policy di USA selama 2 bulan mendapat Sertifikat Tahun 1971
Study of the English Languenge di Georgetown, University USA, 12 s/d 30 Juli 1971
Konferensi Pangan Dunia (World Food Conference) di Roma, Tahun 1973
Regional Seminar for Asia Agricultural Credit for Small Farmers di Bangkok, Tanggal 7 Oktober 1974 s/d 17 Oktober 1974
Konferensi Pangan Dunia di Roma, Tahun 1975
Menghadiri Undangan dari Cotton Council Internasional dalam rangka Fact Fiding di USA, tanggal 31 Agustus 1976
Studi Pengembangan Holtikultura dan Pemasarannya di Thailand, Hongkong dan Sinapura, Tahun 1986
Seminar on Dairying a Tool for Rural Development oleh FAO di Denmark, tanggal 21 September s/d Oktober 1986
Konferensi Nasional dan Internasional yang Diselenggarakan Dalam Negeri

II Pekerjaan:
A. Di Dunia Usaha
1. Direktur Utama PT Gerbang Wida Nusantara
2. Presiden Komisaris PT Saferto Adhimanta
3. Komisaris PT Foresta Taranstek

B. Di Pemerintahan
4. Staff Produksi BPU, Perusahan Perkebunan Dwikora, Sumatera Barat. April 1965-Juni 1966
5. Pemimpin Proyek Pemasaran BPU Perusahaan Perkebunan Dwikora Sumatera Barat. Juli 1966- Mei 1968
6. Kepala Sub. Bagian Penelitian dan Analisa Perkembangan dan Penggunaan Produksi Nasional dan diperbantukan SPRI Menteri Keuangan, Departemen Keuangan Juni 1970
7. Sebagai Officials Masalah-Masalah BIMAS, Pengadaan Beras, Tim PL- 480 oleh Menteri Keuangan 27 Pebruari 1970
8. Kepala Bagian Penelitian dan Counterpant pada Biro Perencanaan, Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Juli 1972
9. Kepala bagian Penelitian dan Konterpan pada Biro Perencanaan dan Penelitian , Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Oktober 1974
10. Kepala Bagian Evaluasi Teknis Ekonomis Sekretaris Direktorat Jenderal Moniter, Departemen Keuangan Oktober 1974
11. Direktur Urusan Pangan dan Penerimaan Bukan Pajak, Direktorat Jenderal Monitor Dalam Negeri, Departemen Keuangan 29 Agustus 1978
12. Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi dan Kependudukkan Maret 1984
13. Diperbantukan Sebagai Staff Ahli Kepada Sekretaris Pengendalian Operasi Pembangunan Februari 1989
14. Inpektur Jenderal Pembangunan Bidang Pembanguan Desa Tahun 1994-1998
15. Pesiun Tanggal 8 Januari 1998

C. Di Kegiatan Sosial
16. Anggota Koppri

B. Dunia Usaha
1. Ketua Konpartemen Pertanian KADIN Indonesia
2. Wakil Ketua Umum (Gabungan Asosiasi Perusahaan Pegerjaan Logam dan Mesin Indonesia (GAMMA)
3. Ketua Presidium Masyarakat Mekanisasi dan Agroindutri (MMAI)
4. Deputy Chairman Japan Industri Committee
5. Dewan Penasehat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)
6. Dewan Penasehat Assosiasi Perusahaan alat dan Mesin Pertaniaan Indonesia (ALSINTANI) Dewan Penasehat Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI)
7. Ketua Assosiasi Industri Rekondisi Mesin dan Peralatan Pertanian Indonesia (AIRMEPI)
G.Sosial Kemasyarakatan
20. Ketua HKTI (Himpuanan Kerukunan Tani Indonesia)
21. Ketua Komisi Keuangan dan Usaha di UKI (Yayasan UKI)
22. Ketua YPTI (Yayasan Pengembangan Tehnologi Indonesia)
IV JABATAN LAINNYA
1.Ketua Badan Pengawas Badan Pembangunan Gedung Bulog
2. Ketua Badan Pengawas Proyek Pembangunan Proyek Pergudangan di Sunter
3. Ketua Pengawas Pembangunan dan Pengelolahan Proyek Pergudangan Pemerintah di Cakung
4. Sekretaris Proyek Pergudangan Bulog
5. Ketua Pengawas Pergudangan di Medan
6. Ketua dan Pengawas Sekretaris Proyek Pembangunan Pergudangan Garam Stock Nasioanal
7. Ketua Direksi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Perkantoran (Rental Office pada Proyek Pergudangan Pemerintah Cakung tahap II
8. Ketua Direksi Proyek Pergudangan Lantai Jemur dan KIOS (GLK-KUD)
9. Ketua Direksi Budi Daya Ikan dan Udang
10. Ketua Direksi Proyek Pengembangan Koperasi di Bidang Pool Bis Perusahaan pengangkutan Jakarta.
11. Ketua Direksi Pelaksanaan Proyek Pengembangan Koperasi Peternakan
12. Ketua Pelaksana Proyek Bis Kota
13. Ketua Tim Pembina dan Pengembangan KUD Karet
14. Ketua Penelitian Subsidi Administrasi dan Investasi Unit Desa Bank Rakyat Indonesia untuk Program BIMAS
15. Anggota Komisi Pengendalian dan Pengawasan Sarana Lepas Panen Bagi PUSKUD/KUD
16.Anggota Panitia Pengarahan untuk Pengkajian Masalah Pelaksanaan Pembangunan di Indonesia
17. Anggota Tim Peneliti Harga Pokok dan Harga Penyerahan Benih yang Berasal dari Penangkalan Perum Sang Hyang Seri dan PT Tani
18. Ketua Penelitian dan Tim Harga Penyerahan Pestisida yang Berskala dari produksi formusasi dari dalam negeri maupun Imfor
19. Ketua Penelitian penyelesaian Tunggakan Kredit BIMAS Risk Sharing dan Puso
20. Ketua Penelitian Harga Bahan Pokok Eks Produksi PN Garam dan Eks Produksi Garam Rakyat
21. Ketua Tim Negoisasi untuk Penilaian Harga Penggilingan pada dalam rangka mengambil alih perusahaan pada pabrik pengilingan padi kasus kredit macet
22. Ketua Merangkap anggota Tim Penelitian Stock Biji Gandum dan Tepung Terigu dalam Proses pada Pabrik Pengilingan Biji Jangung Dalam Negeri
23. Ketua Merangkap Anggota Tim Penelitian Harga Pokok Benang Tenun Eks Produksi Patal-Patal Dalam negeri
24. Sekretaris Merangkap Anggota Tim Penelitian Pengunaan Anggaran Kredit Bulog
25. Anggota Tim Penasehat dan Penyelesain Utang PT Mantrust dan Anak Perusahannya
26. Anggota Tim Teknis Subsidi Pemerintah
27. Anggota Tim Penilai Pengunaan Bantuan PL 480 dari Amerika Serikat
28 Anggata Tim Penilai Pengunaan Bantuan Luar Negeri Bersubsidi
29. Anggota Tim Negoisasi Pengelolahan Penawaran Pembangunan Proyek Gedung Kantor BULOG
30. Ketua Merangkap Anggota Tim Penunjukan dan Badan Pengawasan Pembangunan Proyek Pembangunan Kantor BULOG
31.Ketua Peneliti Pembangunan Gudang Beras BULOG
32. Anggota Tim Rekonsiliasi antara Pihak Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Hubungan Gudang Beras BULOG
33. Anggota Forum Pangan
34. Wakil Ketua Komputerisasi Keuangan BULOG
35. Ketua Merangkap Anggota Tim Penelitian Harga Pokok dan Harga Pupuk Urea Eks Produksi PT Pusri PT Pupuk Kujang dan Pupuk TSP EKS Produksi PT Petro Kimia Gersik
36.Ketua Group Kerja Tim Koordinator Peningkatan Pengembalian Kredit Program Massal (Inpres Nomor 10 tahun 1981)
37. Anggota Tim Pengendalian Usaha Perikanan KUD di Departemen Perdanganggan dan Koperasi
38. Ketua Tim Stock Nasional Garam
39. Ketua Tim Stock Nasional Cenggkeh
40. Anggota Dewan Komisaris Perum Pengembangan Keuangan Koperasi (Perum PKK)
41. Anggota Komisaris PT (Persero) Inshutani-II
42. Ketua Kelompok Kerja Tenaga Kerja
43. Ketua Tim Teknis Pembinaan dan Pengembangan Usaha KUD
44. Ketua Tim Koordinator Penyelidikan Kredit Koperasi KUD
45. Pengarahan pada Proyek Koordinator Perumusan dan Pelaksanaan Pembangunan di Bidang Pertanian
46. Anggota Forum Koordinasi BIMAS
47. Anggota Pengendalian Operasi Khusus Terpadu Maduma
48. Anggota Forum Koordinator Peralatan Pertanian Pra dan Paska Panen

V. Tanda-Tanda Penghargaan
1. Bintang Jasa Utama
2. Satylancana Karya Satya XX Tahun
3. Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia

sumber: Hotman Jonatan Lbn Gaol dan Merdeka.com

Views: 62

Priscilla Hertati Lumban Gaol, dari Wushu Sanda ke Petarung MMA

Mei 13, 2018

TEMPO.CO, Jakarta – Petarung MMA putri asal Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol, akan membuktikan jika dirinya layak menjadi juara kejuaraan tarung bebas One Championship 2018 meski ada pihak meragukan kemampuannya.

“Saya suka ketika saya menghadapi peluang dan membuktikan kalau yang skeptis terhadap saya itu salah. Saya di sini dengan tujuan. Suatu hari saya akan menjadi juara dunia,” kata Tati, panggilan akrab Priscilla dalam keterangan yang diterima media di Jakarta, Rabu 25 April 2018.

Tahapan untuk menjadi juara kejuaraan yang indentik dengan pria ini memang terbuka setelah petarung berusia 29 tahun ini menjadi salah satu petarung yang akan berlaga di One : Grit and Glory di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, 12 Mei 2018.

Tati yang mempunyai disiplin beladiri kickboxing dan wushu ini sesuai dengan rencana akan menghadapi petarung asal Filipina, Rome Trinidad pada kelas atom. Kemenangan jelas menjadi target utama karena merupakan pijakan menuju juara dunia.

Sebelum menekuni MMA, Tati itu lama melakoni olahraga wushu. Tati bermain di nomor sanda, atau pertarungan. Prestasinya lumayan, karena dia pernah menjadi juara nasional.

Untuk tampil di JCC nanti, Tati memang memiliki bekal yang bagus setelah meraih dua kemenangan beruntun pada kejuaraan yang sama. Pertama mampu mengalahkan petarung Audreylaura Boniface dalam satu ronde pada Januari dan mengalahkan petarung Filipina, Krisna Limbaga satu bulan berikutnya.

“Saya bukan tipe yang gampang menyerah terhadap masa depan. Banyak orang yang gagal setelah mengalami kekalahan. Tapi saya tidak seperti itu orangnya. Ketiga gagal, itu justru memberikan saya pandangan yang berbeda terhadap diri saya. Saya semakin kuat,” kata petarung asal Dolok Sanggul, Sumatera Utara itu.

Perjalanan Tati untuk menjadi petarung profesional memang panjang. Bahkan, dirinya mengaku jika banyak teman yang memandang aneh karena fokus pada kegiatan yang identik dengan pria itu. Namun, seiring perjalanan waktu banyak yang memberikan dukungan.

“Beberapa teman sih dukung saya. Tapi ada juga yang tanya, kapan kamu berhenti? Kan lebih baik cari kerjaan lain dari pada berlaga, karena umur kamu terus bertambah?. Keluarga saya perhatian sekali terhadap keselamatan saya,” kata Tati lagi.

Setelah menajajaki karirnya dalam seni bela diri campuran lebih dari setahun yang lalu, Tati berpendapat bahwa seorang perempuan tetap bisa memiliki kesempatan terbuka untuk sukses di olahraga yang didominasi pria ini selama 25 tahun belakangan bukanlah sesuatu yang mustahil.

“Saya akan terus berkampanye kepada siapa pun yang tidak mengerti keindahan dari olahraga ini. Seni bela diri campuran bukan saja mengenai pertarungan. Tetapi tujuan utamanya mengeluarkan potensi diri baik bagi pria maupun perempuan. Sudah banyak bukti yang bisa kita lihat di atas ring maupun di dalam cage. Membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit untuk mencapai potensi diri maksimal dalam olahraga ini,” terang Tati, soal kiprahnya di MMA.

Views: 31

Dr. Ir. Jonson Lumban Gaol

Februari 3, 2018

Motto Hidup itu harus seimbang dunia dan akhirat dan jadilah berkat bagi banyak orang.

Anak pertama dari 8 bersaudara dari bapak Guru STM negeri Balige M/ Lumban Gaol/L. br. Pardede.
Lahir pada 21 Juli 1966 di Siborong Borong
Istri  : dr. Eliana Napitupulu
Anak: Ruben Lumban Gaol (Mhs S1 Manjemen Universitas Indonesia) dan Timothy Lumban Gaol (SMA Regina Pacis, Bogor)

Pendidikan
– SD                   : SD 3 Dolok Sanggul
– SMP                :  1) SMP Negeri 1 Dolok Sangul (1 tahun)
2) SMP Negeri 2 Balige
– SMA                : SMA Katolik Bintang Timur Balige lulus tahun 1985
– IPB (S1)          : Diterima dari jalur undangan tahun 1985 dan lulus tahun 1990
– IPB S2             : Program Studi Teknologi Kelautan Lulus tahun 1997
– IPB S3 dan Riset di Universitas Tokai Jepang selama 6 bulan (tahun 2002): Program Studi Teknologi Kelautan Lulus tahun 2003.
– Postdoctoral di Colorado University tahun 2005.

Pekerjaan

  1. Tahun 1991-1992: Staf pengembangan program studi ilmu Ilmu Kelautan di Dikti, Depdikbut, Jakarta
  2. Tahun 1992 sampai sekarang menjadi dosen di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Bidang KeahlianPenginderaan Jauh Kelautan dan Sistem Informasi Geografi.
  3. Tahun 2004 : Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, IPB Bogor
  4. Tahun 2013: Ketua Program Pasca Sarjana Teknologi Kelautan IPB Bogor
  5. Tahun 2016 sampai Sekarang Ketua Yayasan Tano Uli Basa (YTUB) bergerak dibidang pengembangan masyarakat pedesaan dan sedang menjalankan program percontohan pertanian terpadu di Humbang Hasundutan
  6. Pengurus Wilayah Gereja Kristen Indonesia di Bogor

Keanggotaan Profesi

  1. Masyarakat Penginderaan Jauh Kelautan Indonesia (MAPIN)
  2. Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISO)
  3. Pan Ocean Remote Sensing (PORSEC)

Nara Sumber dan anggota peneliti

  1. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
  2. Lembaga  Penerbangan dan Antarariksa Nasional
  3. Badan Informasi Geospasial (Bakosurtanal)
  4. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang

Editor dan Reviewer di Jurnal

  1. Globe
  2. International Journal of Remote Sensing and Earth Science
  3. Advance in Space Research (Elsevier)
  4. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Elsevier)
  5. Pernah menjadi presenter di berbagai seminar Internasional seperti di Italy, Swiss, Jepang, Korea, Mexico, India, Singapore, Indonesia.

Puluhan tulisan baik di Jurnal Nasional maupun Internasional diantaranya:

  1. Lumban-Gaol, J., R.R., Leben, S. Vignudelli, K. Mahapatra, Y. Okada, B.  Nababan, M. Mei-Ling, K. Amri, R.E., Arhatin, and M. Syahdan. 2015. Variability of satellite-derived sea surface height anomaly, and its relationship with Bigeye tuna (Thunnus obesus) catch in the Eastern Indian Ocean. European Journal of Remote Sensing, 48:465-477.
  2. Lumban-Gaol, J. B. Nababan, K. Amri. A. Hanggono, O. Roswintiarti. 2012. Climate Impact on Indonesian Fisheries. Book Chapter. Climate ExChage. WMO-Tudore Rose. England. UK. 72-75
  3. Fitrianah, D.,  A.N. Hidayanto, H. Fahmi, J. Lumban-Gaol, A.M Arymurthy. 2015. ST-AGRID: A Spatio Temporal Grid Density Based Clustering and Its Application for determining the Potential Fishing Zones. International Journal of Software Engineering and Its Applications, 9 (1):13-26.
  4. Strassburg, M.W., B.D. Hamlington, R.R. Leben, P. Manurung, J. Lumban-Gaol, B. Nababan, S. Vignudelli, Y. Kim. 2014. Sea level trends in Southeast Asian seas. Climate of the Past, 11 (5): 743-750.

Views: 172

Sahala Lumban Gaol

Oktober 15, 2016

sahala-lumban-gaolSahala Lumban Gaol merupakan Deputi Menteri Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi yang baru saja terpilih pada tahun 2010 saat Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar melakukan perombakan pejabat eselon I Kementerian BUMN. Sahala Lumban Gaol lahir di Sibolga pada tanggal 7 Juli 1952.

Sahala merupakan salah satu anak dari 10 bersaudara anak pasangan Annur Arwan dengan suaminya Lodewijk Lumban Gaol yang berprofesi sebagai seorang jaksa. Beberapa bulan setelah Sahala lahir, dia dan keluarga pindah ke Gunung Sitoli karena ayahnya dipindahtugaskan. Bersama keluarganya, Sahala hanya tinggal di Gunung Sitoli hingga berumur empat tahun saja.

Dari Gunung Sitoli, Sahala dan keluarganya pindah lagi ke Porsea, Tapanuli Utara. Di Porsea, Sahala sempat masuk ke SDN 2 Porsea hingga SMP kelas 1 di SMPN Narumonda Porsea saja karena Sahala dan keluarganya kembali harus pindah ke Tarutung. Di kota ini, ayah Sahala ditunjuk menjadi Kepala Kejaksaan di sana. Sahala kemudian meneruskan sekolahnya di SMPN 1 Sigompulon. Setamat dari sana, Sahala melanjutkan sekolahnya di SMAN Tebing Tinggi, Deli.

Pada tahun 1972 setelah lulus SMA, Sahala memutuskan hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. awalnya dia berencana akan mendaftar di Institut Teknologi Bandung, namun niat ini berubah di tengan jalan. Sahala lebih memilih untuk masuk ke jurusan Ekonomi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Di IPB, selain aktif kuliah Sahala juga aktif menjadi aktivis. Dia pernah dipercaya menjadi Sekjen Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Peternakan. Selain itu ia aktif sebagai panitia di berbagai kegiatan mahasiswa. Pada tahun 1977 Sahala menamatkan kuliah dalam waktu 5 tahun.

Setelah lulus, Sahala bersama teman-temannya sempat membangun bisnis trading alat-alat pertanian dan peternakan. Namun kongsi itu bubar karena bisnisnya tidak berkembang. Pada tahun 1980, Sahala mendaftar ke Departemen Keuangan (Depkeu). Sahala lulus tes. Dan kemudian dia ditempatkan di Direktorat Investasi Kekayaan Negara (IKN). Ketika IKN pecah jadi 2 direktorat ia masuk ke direktorat Dana Investasi.

Beberapa tahun kemudian, Sahala diterima di University of Illinois, USA. Di sana, ia mengambil Master Ekonomi dan lulus dengan sangat baik. Bahkan ia termasuk anggota phi kappa phi, sebuah perkumpulan 5 mahasiswa terbaik di Illinois. Dia lulus S2 tahun 1988 dan melanjutkan ke program doktor di Iowa State University. Tahun  1994 ia lulus dari program doktor itu dan pulang ke tanah air.

Setelah tia bulan kembali bekerja di direktorat Dana Investasi, Sahala ditunjuk untuk menjadi Kasir Pembiayaan Luar Negeri Sektor Migas. Selain itu, Sahala juga sempat menjadi dosen di Universitas Indo Nusa Esa Unggul (1995-1998). Dari sini, karir yang dibangun Sahala terus menanjak hingga dia dipercaya memegang beberapa jabatan penting seperti Deputi Menteri Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinasi Perekonomian (tahun 2005) dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (tahun 2008). Sampai tahun 2009, Sahala masih merangkap sebagai Deputi Menteri di Kementerian Koordinator Perekonomian. Itu semua karena Sri Mulyani tetap memintanya mengerjakan tugas-tugas di Menko.

Pada tahun 2010, Sahala diangkat jadi Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik. Salah satu hal penting yang dia emban dalam kapasitas sebagai Staf Ahli Menteri adalah menjadi Koordinator MP3EI (Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) BUMN.

Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh

PENDIDIKAN
  • SDN 2 Porsea
  • SMPN Narumonda Porsea
  • SMPN 1 Sigompulon
  • SMAN Tebing Tinggi, Deli
  • Institut Pertanian Bogor
KARIR
  • Deputi Menteri Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi
  • Kasir Pembiayaan Luar Negeri Sektor Migas
  • Deputi Menteri Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinasi Perekonomian
  • Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik
  • Koordinator MP3EI (Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) BUMN

Views: 297

Ford Lumban Gaol

Oktober 15, 2016

fordVice Chairman – Indonesia section for International and Professional Activities
IEEE

Dr Ford Lumban Gaol is currently  Associate Professor Informatics Engineering and Information System, Bina Nusantara University www.binus.ac.id. He is the Vice Chair of Bina Nusantara University Doctorate Program in Computer Science http://www.tensymp2015.org/ and   Research Interest Group Leader “Advance System in  Computational Intelligence & Knowledge Engineering “  (IntelSys) http://research.binus.ac.id/intelligent-and-advance-system/

Dr Ford is the Vice Chair of IEEE Indonesia section for International and  Professional Activities http://ieee.web.id/indonesia/officers/. He is the Chair SERSC: Science & Engineering Research Support soCiety Indonesia Section. http://www.sersc.org/organization.php   Dr Ford is   the ACM Indonesia past Chapter Chair.

Dr Ford already involved with some project relate with Technology Alignment in some of multinational companies as well as some goverment projects.

For International highliht, Dr Ford is the recipient of Visiting Professor in Kazan Federal Universty, Russia 2014 and 2015, Visiting Professor in Vladimir State University, Russia 2016, Invited Scholar in Aligarh Muslim University, keynote speaker in ICCNT 2014 and Invited Scholar in ICTP Trieste Italy.

He has 50 papers that indexed in SCOPUS and 8 books that published by Springer German. He was General Chairs for some International conferences and IEEE conferences.

Dr Ford is  member of Indonesian Mathematical Society (IndoMS), The Association for Computing Machinery (ACM) Professional, The International Association of Engineers (IAENG), and the Indonesia Society for Bioinformatics.

He hold  the B.Sc. in Mathematics, Master of Computer Science. and the Doctor in Computer Science from the University of Indonesia, Indonesia in 1997, 2001 and 2009, respectively

 

Source : http://www.dcdconverged.com/conferences/indonesia/speakers/ford-lumban-gaol-

Views: 6975

Tumpak Lumban Gaol, Menyeimbangkan Bisnis dan Spiritualitas

Oktober 15, 2016

 

tumpak-lumban-gaol

Menjadi pengusaha bukan perkara muda. Selain pertama memiliki jejak rekam yang bagus, juga perlu dimiliki seseorang pengusaha ialah keahlian di bidang bisnis yang digelutinya. Demikianlah Tumpak Lumban Gaol, memahami hal itu ketika memulai usahanya sebagai wirausaha di bidang ekpedisi.

“Satu hal yang perlu diingat, bahwa ketika memulai bisnis jasa pengiriman, mengirimkan sesuatu bukanlah satu-satunya hal yang penting. Tatkala penting adalah kewajiban menjaga keamanan barang yang dikirim,” ujar Tumpak Lumban Gaol, seorang wirausaha di bidang distribusi. Jauh sebelum merintis usaha sendiri di bidang distribusi dia sudah puluhan tahun bergelut di bisnis ini. Sebagai pengusaha tentu, sudah banyak makan asam garam berbisnis di bidang ekpedisi. “Yang perlu diperhatikan juga dipertimbangkan adalah penentuan tarif yang kompetitif, murah. Lalu jaminan tingkat keselamatan atau keamanan barang tiba sampai ke tempat.”

Kisahnya menjadi pengusaha dimulai pria asal Pollung, Humbahas, Sumatera Utara ini di perusahaan abangnya, pemilik PT Tajur. Perusahaan ini baru berdiri tahun 1973, yang berkembang di kawasan Sumatera khususnya kota Palembang. Pada masanya PT Tajur sebagai kekuatan armada ekpedisi, melayani kebutuhan akan jasa angkutan darat. Tajur sendiri artinya tampak,  memanjang, menganjur. Perusahaan ini sempat juga pernah merajai pasar pengiriman barang, utamanya melayani rute Jakarta-Sumatera.

Namun krisis tahun 1998 tak saja hanya memporak-porandakan ekonomi nasional, tetapi juga PT Tajur mengalami krisis, memang tak bangkrut, tetapi masih tetap bisa bertahan. Di saat itulah Tumpak diminta abangnya memperbincangkan sebuah keputusan terhadap kepemimpinan perusahaan. Lalu, sepakat meregenerasi kepemimpinan di PT Tajur ketika itu dipimpinnya untuk dialihkan pada anak-anak abangnya. Saat itu, dirinya adalah direktur pengelolaan dari perusahaan tersebut harus rela melepas jabatan itu. Pendek cerita dia pun keluar dari perusahaan abangnya dan mendirikan perusahaan sendiri PT Lumban Jaya Persana. Tetapi, bidang armada, angkutan barang-barang perusahaan.

“Saya merintis benar-benar dari bawah. Hanya saja pengalaman dan relasi sudah ada. Masalahnya saat itu, modalnya  amat terbatas. Apalagi satu armada truk berharga ratusan rupiah,” jelasnya. Dia kemudian harus mencari dukungan modal ke bank. Dia juga pernah dikejar-kejar oleh tunggakan, dan berbagai kisah memilukan diawal-awal merintis PT Lumban Jaya Persada sempat dikecapnya. Tetapi, sebagai pebisnis dia tetap berjubel akal untuk mencari jalan keluar. Dan, kini semua bisa dilaluinya dengan kerja keras dan ketekunan.

Hingga sekarang sudah 18 tahun usaha ini berjalan, berdiri tegak. Relatif jalan bisnis tak ada kendala, ritme bisnisnya sudah jalan. Maka, belajar di PT Tajur, sebelum perusahannya ini punya kendala, Tumpak siasati dengan sedari dini mempersiapkan pengelolaan ditangani anaknya. Kini, perusahaan ini bekerja sama dengan perusahan-perusahaan ban seperti;  PT Multi Strada yang memproduksi ban Corsa dan Goodyear. Sesekali dengan PT Sumi Rubber Indonesia selaku produsen ban Dunlop, PT Bridgestone Indonesia yang memproduksi ban Bridgestone.

Oleh karena pelayanan perusahaan PT Lumban Jaya Persada benar-benar bisa diandalkan di lapangan. Juga, bisa kerjasama dengan pengakutan dengan PT LG Electronics Indonesia. Jasa perusahaaan ini semacam distributor yang datang langsung ke pabrik. Lalu kemudian mengantar ke distributor-distributor di kawasan Sumatera. “Saya ingatkan seluruh karyawan kunci kemajuan perusahaan adalah service, pelayanan dan tepat waktu. Maka saya selalu ingatkan pada seluruh tim di kantor dan di lapangan untuk selalu ingat akan ketepatan waktu,” ujar pengusaha ekspedisi ini.

Maka, tak heran pada kolega bisnisnya juga tak menjanjikan waktu yang muluk-muluk. Misalnya, menjanjikan barang bisa terkirim dua hari, nyatanya tiga hari. Tetapi, sebaliknya dia mengatakan, barang bisa sampai empat hari tetapi rata-rata sampai tiga hari. Dan itulah membuat kerjasama dengan perusahaan sampai saat ini senantiasa langeng. Tak pernah menjanjikan muluk-muluk, justru mengerjakan lebih dari yang dijanjikan. Saat ini perusahaannya memiliki 116 armada yang rata-rata 1 kendaraan dikendalikan dua orang, sopir dan kernet. Jumlah itu dikalikan dua, ditambah puluhan karyawan di kantor pusat. Artinya, jumlah karyawan perusahaannya saat ini sekitar 230-an orang.

Hidup amat singkat

Sebagai seorang entrepreneur, Tumpak sadar hidup ini harus seimbang. Tak boleh melulu hanya memikirkan uang, materi. “Hidup ini amat singkat. Karena itu apa yang bermakna yang bisa kita lakukan, itulah yang kita lalukan.” Dia kemudian tiba pada pemikiran menyeimbangkan bisnis dengan jiwa spiritual, karena menurutnya, keduanya penting dan saling berhubungan satu sama lain.

Sebab pengalamannya dalam bisnis tanpa campur tangan Tuhan seorang pebisnis tak bisa eksis. Bisa terlena di tengah jalan. “Menyeimbangkan jasmani dan rohani merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali merupakan kunci menuju kesejahteraan keseimbangan.”

Tumpak menikah dengan seorang gadis yang berbeda agama, seorang muslim bernama Limi. Perempuan kelahiran 21 Desember 1955 itu kemudian diberi boru Banjarnahor, marga dari ibunya. Tuhan karunia empat anak, satu putri dan tiga putra. Diawalnya, dia tentu tak memaksakan kehendak agar istrinya mengikuti imannya. Tetapi, lambat-laun istrinya pun dicerahkan, nuraninya dijamah Tuhan.

Tahun 1986, menerima Kristus dalam hidupnya. “Sejak awal saya tak memaksakan kehendak pada istrinya untuk mengikuti saya sebagai seorang Kristen. Namun sejak tahun 1986 ada perubahan yang sangat signifikan dalam diri istri saya ketika mengikuti persekutuan doa yang ada di rumah kami di bilangan Kampung Dukuh, Jakarta Timur. Tuhan menjamah hatinya.“ Sejak tahun itu kedua pasangan suami istri ini bersepakat konsen melayani di persekutuan doa yang dikoordinir gereja GPdI di rumah mereka.

“Atas pertobatan yang dialami, maka dia dibaptis dan sejak itu menjadi militan untuk terlibat melayani.” Di awal-awal, Limi memiliki bisnis catering. Jadi, saking sibuknya dulu hirau tentang kehidupan rohani, kini lebih fokus dalam pelayanan. Alih-alih sejak perjumpaan dengan Kristus, ada perubahan yang amat signifikan. Sekarang menetapkan diri sepenuh hati melayani. Di tengah-tengah waktu berbisnis, melayani juga menjadi bagian prioritas hidup keluarga ini.

Kini, keduanya melayani di persekutuan Epata yang mereka dirikan, sebagian tentu keluarga dari karyawan. Tetapi tak hanya itu, banyak juga jemaat yang hadri di kebaktian yang mereka gelar. Bahkan, menjadi ajak anak-anak mahasiswa STT untuk melayani. “Kami juga membantu beberapa STT.”

Memang, persekutuan Efata diperuntukkan untuk semua aliran, intinya okuimene. Dalam perjalanannya persekutuan ini juga pernah bernaung di bahwa koordinasi gereja POUK yang ada di Cijantung ke-39.  Tetapi, gereja POUK tak menginterpensi soal pengelolaan persekutuan. pengelolaan independen. “Kita tetap terbuka dari setiap aliran gereja, karena memang masih persekutuan walau juga mengadakan kebaktian minggu. Itu sebab belakangan kita berpikir untuk lebih afdol bergabung dengan satu sinode gereja,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu mereka berjumpa dengan Pdt Dr Japarlin Marbun, Ketua Umum Sinode Gereja Bethel Indonesia. Dari perjumpaan itu ada semacam kerinduan untuk bergabung, persekutuan ini membuka diri untuk menjadi bagian dari GBI yang dipimpin Japarlin Marbun. “Hal ini kita sudah bicarakan dengan anggota persekutuan, agar ke depan lebih terarah dan tekoneksi dalam pembinaan jemaat.” Sebelumnya, tempat persekutuan ini berada di rumah mereka di Kampung Dukuh. Dibuat di lantai dua. Selama sembilan tahun berada disana. Tetapi, oleh berbagai masukan dan merasa lingkungan tak mendukung kemudian mereka bergumul untuk mencari tempat yang lebih permanen.

Dan, baru satu tahun yang lalu persekutuan ini mendapat tempat yang permanen. Ceritanya, suami-istri ini berdoa memohon tuntunan Tuhan memberi tempat yang baru. Keduanya kemudian berdiskusi. Tumpak berkata pada istrinya, kalau rencana Tuhan yang terbaik. Kemudian Tumpak membeli tanah di daerah Cipayung seluas 2000 meter. Lalu, bengkel di Pasar Rebo yang diperuntukkan bagi armada PT Lumban Jaya Persada berada, kemudian dipindahkan ke Cipayung.

Sementara bekas bengkel itu dibangun ulang menjadi tempat persekutuan, gereja. Kini, jadilah ruangan yang bisa menampung 200 jemaat. Sementara rumah di bilangan Kampung Dukuh tetap diperuntukkan untuk persekutuan doa setia hari Selasa dan Kamis, pukul 19-21 wib. “Kami kemudian menjadikan bengkel menjadi rumah doa untuk persekutuan. Karena memang dari Kampung Dukuh ke Pasar Rebo tak terlalu jauh,” ujar ompung sembilan cucu itu. Saat ini sudah sekitar 100 anggota keluarga yang tergabung dalam persekutuan Efata ini. Semoga pelayanan persekutuan Efata makin maju dan solid. (Hojot Marluga)

Views: 686