Sejarah Punguan Pomparan Ni Raja Lumban Gaol & Boruna SeJabodetabek ini dimulai dengan nama Punguan Pomparan Ni Raja Lumban Gaol & Boruna DKI Jakarta Sekitarnya yang diketuai oleh alm. St. Juffri Lumban Gaol/ br Sipahutar yang diresmikan pada 14 September 1986. Para pendiri ketika itu menyatakan, mandiri di bidang paradaton ( manjungjung baringinna ) dari Toga Marbun. Dikatakan manjungjung baringinna, sebab sebelumnya masih bersatu dengan dua marga hahadoli, di Toga Marbun (Lumban Batu dan Banjar Nahor) sama-sama dalam paradaton.

SEJARAH PUNGUAN Selengkapnya

Badan Pengurus Harian Pomparan ni Raja Lumban Gaol Dohot Boruna Sejabodetabek teridiri dari Ketua Umum yang dibantu oleh lima ketua-ketua, Sekretaris Umum dibantu oleh tiga sekretaris, Bendahara Umum dibantu oleh dua wakil bendahara dan terdiri dari sepuluh kepala bidang.

SUSUNAN BPH

Ulos mengambarkan pemberi kehangatan. Kehangatan terjadi jika anggota saling berinteraksi. Maka dalam hubungan yang baik, ada interaksi yang dinamis dan terciptalah kehangatan. Psalm 133: 1 yang tertulis di ulos Batak, ayat Alkitab dalam bahasa Batak: Ende hananangkok sian si Daud. Ida ma, dengganna i dohot sonangnai, molo tung pungu sahundulan angka na marhahamaranggi! (bhs Indonesia: Mazmur 133: 1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!)

Arti Logo selengkapnya di sini

LOGO PUNGUAN LUMBAN GAOL SEJABODETABEK

Testimonials

PESTA BONATAON 21 JANUARI 2018

Hits: 2584