Sunday, December 5, 2021

Mengapa Nomor Tarombo Bisa berbeda?

February 21, 2017 oleh  

Tags:

Salah satu bentuk pustaha/buku di dalam tatanan kerukunan kebatakan yang tidak pernah kita sadari adalah pustaha aru-aru atau pustaha lisan. Mungkin, kita sudah banyak melihat pustaha buku, baik dalam kertas, dalam lak-lak atau kulit kayu maupun pustaha dalam bentuk tulisan di batu. Tidak semua leluhur kita mengetahui dan memahami aksara batak. Bahkan, menurut para ahli, aksara batak yang kita kenal... [baca]

Haruskah Mengganti Marga?

February 21, 2017 oleh  

Tags:

Marga merupakan identitas yang melekat bagi orang batak yang dibawa sejak dilahirkan. Bedanya batak dengan suku atau ras di dunia ini yang menggunakan marga seperti korea, jepang, china dll adalah bahwa marga itu adalah nama yang erat kaitanya dengan hukum adat, jadi bagi orang batak, marga bukan sekedar pelengkap nama saja melainkan identitas leluhur, tanah atau daerah yang didiami para leluhur dan... [baca]

Pantun Hangoluan Teus Hamagoan

February 2, 2016 oleh  

Tags:

Bukan tois hamagoan, tetapi teus hamagoan. Artinya, sikap santun membawa kehidupan, sementara kesombongan membawa malapetaka. Kira-kira itulah pengertian ungkapan Batak pantun hangoluan, teus hamangoan. Jalan emas untuk hidup, memiliki kesantuan dalam kehidupan. Sementara, ketidaksopanan membawa kehancuran. Pesan moral dari ucapan di atas adalah agar kita santun dalam bersikap. Konon ungkapan pantun... [baca]

Hatop Adong Pinareakna, Lambat Adong Pinaimana

February 2, 2016 oleh  

Tags: ,

  Ungkapan ini pesan untuk berpengharapan. Diartikan secara bebas: cepat ada yang dikejar, lambat ada yang ditunggu. Pesan pengharapan, jika terjadi sesuatu yang dirasa lambat. Ada sesuatu yang ditunggu tak kunjung hadir, terasa lama datangnya, tetapi tetap berpengharapan untuk bersabar sejenak. Sering kali karena tak sanggup melewati penantian yang menunggu bersungut-sungut. “Kok lambat,”... [baca]

Membeli Marga Tidak Ada Dalam Budaya Batak

February 2, 2016 oleh  

Tags:

Sekarang ini sangat lumrah kita lihat menyematkan marga pada seseorang pada yang bukan batak. Ada yang beralasan, itu adalah sebuah bentuk penghargaan. Tapi aku lebih melihatnya dari aspek lain. Kalau bukan pejabat negara, petinggi partai, konglomerat, perwira militer, pejabat dari negara lain, pasti dia seorang yang spesial. Ada sesuatu yang akan diperoleh dari pemargaan tersebut. Mungkin dukungan... [baca]